
Hidup pada hakikatnya seperti Hiking dan Climbing. Kita musti tahu kapan harus merancang strategi mendaki yang aman, terjal tapi bisa dihadapi, makin mendekatkan pada tujuan akhir. Selain itu kita juga musti jeli mengetahui kapan musti jalan terus menanjak, kapan langkah kaki dipercepat dan kapan dipelankan.
Dipercepat untuk mencapai ambisi, terkadang justru malah membuat kita jatuh terjerembab, sehingga seimbangkan dengan memperlambat langkah. Memperlambat belum tentu kok sampainya belakangan, atau kalah. justru dengan memperlambat kita memiliki waktu berfikir harus melewati jalan mana lagi nih, supaya sampai ke target dengan cepat namun aman. Ingat, dengan jalan perlahan-lahan, otak akan bekerja lebih maksimal karena terisi dengan oksigen yang banyak. Saat inilah saat yang paling tepat untuk merenungkan dan menyusun rencana perjalanan hidup kita. Kemanakah arah yang ingin kita tuju, dan harus lewat manakah jalannya untuk sampai…
Prinsip hidup mengalir bagai air, sepertinya kok kurang tepat yaa..sebab air mengalir itu kan dari atas turun ke bawah. Sedangkan cita-cita dan mimpi diraih ya dengan mendaki gunung perjalanan hidup. Seperti pepatah gantungkan cita-citamu setinggi langit dan manusia diberi asa dan daya untuk meraihnya.
Nah, tunggu apa lagi…segera tentukan langkahmu dan persiapkan alat dakimu, karena mimpimu sebenarnya sudah menanti di depan mata….Intinya jangan menyerah pada keterbatasan hidup. Sebab hidup itu tidak ada batasannya, yang penting berusaha dan berdoa — ora et labora pasti sampai pada puncak kesuksesan karena pasti indah pada waktunya.
Have a great Mon
am



foto:getty images
Recent Comments