Dewasa, Sebuah Pilihan Hidup

29 03 2008

                

                Apakah Anda termasuk salah seorang yang beranggapan bahwa umur seseorang itu menentukan kedewasaannya? Semakin berumur seseorang (semakin tua) maka semakin dewasalah ia, karena telah dianggap makan asam garam selama hidupnya.

                Kalau pendapat saya? Tentu saja tidak! Lho, kenapa?          afra-civic-xpresscom-1.jpg

Read the rest of this entry »





Renungan 10 Tahun Tragedi Kemanusiaan Mei 1998

29 03 2008

10 Tahun Tragedi Mei 1998 Mari sama-sama mengambil bagian dengan mengisi petisi yang akan diserahkan ke Presiden Indonesia. Mari sama-sama kita wujudkan Indonesia yang penuh damai!

Silakan kunjungi www.peacefulindonesia.com/petition

Petisi “Menuju Indonesia Baru Tanpa Kekerasan dan Diskriminasi”

“Sekitar jam 11.30, saya melihat beberapa orang di antara massa mencegat sebuah mobil dan memaksa penumpang turun, kemudian menarik dua orang gadis keluar. Mereka mulai melucuti pakaian kedua gadis itu dan memperkosanya beramai-ramai. Kedua gadis itu coba melawan sambil menjerit ketakutan, namun sia-sia,” tutur seorang saksi mata di Muara Angke, Jakarta pada tanggal 14 Mei 1998.

“Hati saya masih sangat perih. Hidup saya tak berarti, hampa. Sampai kapanpun saya tidak akan bisa melupakan peristiwa biadab yang merengut nyawa anak saya dalam Tragedi Mei 1998. Dia dituduh penjarah, padahal ia korban. Saya hendak mencari keadilan, tapi kepada siapa? Mengapa ini harus terjadi?” tutur seorang ibu korban tragedi kemanusiaan Mei 1998.

92 perempuan Indonesia etnis Tionghoa menderita kekerasan seksual, 1.338 warga Indonesia menderita kematian dini di pusat-pusat perbelanjaan umum, dan tak terhitung fasilitas pribadi dan umum rusak dalam tragedi Mei 1998 yang berlangsung di Jakarta, Surabaya, Palembang, Solo, dan Lampung.

Kekerasan dan diskriminasi, seperti Tragedi Mei 1998, telah berlangsung di pertiwi Indonesia lebih dari tiga ratus tahun. Pada tahun 1740, lebih dari 10.000 warga Nusantara etnis Tionghoa menderita kematian dini karena pembantaian dan karena kekerasan seksual terhadap para perempuannya oleh Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) atas perintah Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier.

Pada tanggal 31 Oktober 1918, sebagai akibat politik adu domba rezim kolonial Belanda, ribuan massa dari Mayong, Jepara, Pati, Demak, dan sekitarnya merusak kawasan pertokoan dan pemukiman warga Nusantara etnis Tionghoa di Kudus. Ratusan warga Nusantara etnis Tionghoa menderita luka dan enam belas dari mereka menderita kematian dini.

Praktek rezim kolonial Belanda yang melibatkan massa untuk melangsungkan kekerasan terhadap kelompok masyarakat yang dikambinghitamkan sebagai ancaman diadopsi oleh rezim penguasa Indonesia pasca-kemerdekaan. Politik kambing hitam terhadap G30S (Gerakan 30 September), misalnya, menelan korban dalam rentang ratusan ribu hingga jutaan korban laki-laki dan perempuan, minoritas dan mayoritas, Muslim dan non-Muslim.

Kekerasan dan diskriminasi lainnya dalam skala yang beragam telah berlangsung karena isu-isu suku, agama, ras, dan antarbudaya. Ledakan kekerasan masih berpotensi berlangsung di masa depan jika kita membiarkan para pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan lolos dari tuntutan hukum dan jika kita menolak berbela rasa dengan para korban.

Para pendahulu bangsa Indonesia telah mengawali terciptanya Nusantara-Indonesia yang menghargai pluralitas suku, agama, ras, dan antar budaya. Mereka bahu-membahu melawan setiap bentuk perendahan kemanusiaan dalam wujud kolonialisme, kekerasan, diskriminasi rasial, dan sebagainya. Mereka mengikrarkan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia.

Pada peringatan 10 tahun tragedi kemanusiaan Mei 1998, kami mendorong pemerintah Republik Indonesia untuk mengusut tuntas tragedi kemanusiaan Mei 1998, dan mengadili para pelakunya.

Kami mendorong pemerintah Republik Indonesia untuk menindak secara hukum individu atau kelompok yang mengeksploitasi suku, agama, ras, dan antarbudaya untuk kekerasan dan diskriminasi terhadap target korbannya.

Kami mengundang semua warga Indonesia dan warga dunia yang peduli Indonesia untuk menciptakan Indonesia baru tanpa kekerasan dan diskriminasi.

Salam,

am





Arti Sebuah Kehidupan

22 03 2008

                Ternyata, dalam kehidupan ini, kita sebagai manusia seringkali melupakan atau bahkan tidak ambil pusing terhadap segala sesuatu yang ada disekitar kita. Entah itu bersikap tidak perduli ataupun justru karena terlalu sibuk dengan urusan dan pekerjaan sehari-hari, kita tidak menyadari hal terpenting dari hidup kita sendiri. Hal besar yang justru menjadi begitu kecilnya, hingga kita tidak menyadari atau bahkan tidak menganggapnya ada.

                 Lalu, apakah hal tersebut? Ya, hal-hal yang sering terlewat oleh perhatian kita sebagai manusia yang terlalu disibukkan oleh aktifitas yang makin padat setiap detiknya. Misalnya saja sikap kasih. Kasih merupakan akar utama dari banyak hal perbuatan positif yang dapat kita berikan, tidak saja bagi orang terdekat kita, namun juga bagi banyak orang lain. Termasuk orang-orang yang kita juga tidak kenal secara pribadi.

                Kasih menciptakan suatu titik dasar yakni sikap “peduli”. Sikap yang menjadi awal mula dari suatu perbuatan baik kita untuk orang-orang disekitar kita.

                Nah, kesibukan inilah yang tanpa disadari justru menjauhkan diri kita sebagai manusia secara hakiki pada sikap “peduli” tadi.

              Anda tidak perlu berfikir jauh. Read the rest of this entry »





Quality of Life

18 03 2008

       kradal.co.nz        

                Tanggung jawab…ya, setiap orang tanpa terkecuali sudah diberikan dari sananya sebuah tanggung jawab. Baik itu tanggung jawab yg bernilai besar ataupun tanggung jawab yg paling simpel yakni pada dirinya sendiri. Namun, tanpa disadari ataupun sangat disadari, masih banyak orang yang menganggap/merasakan sebuah tanggung jawab itu adalah suatu beban dalam kehidupannya. Yang, mau tidak mau harus dipanggulnya. Oleh karenanya, mungkin banyak orang juga yang ingin sekali melepaskan ‘beban’-nya tersebut.

                Padahal, tanggung jawab, pada hakikinya bukanlah suatu beban. Setiap hal pasti punya 2 sisi. Read the rest of this entry »





Teknologi Cuci Kendaraan

9 03 2008

                Sudah pernah dengar snow wash/cuci salju dan ice cream wash/cuci es krim? Ya, itu adalah metode cuci mencuci kendaraan yang belakangan ini sudah mulai marak. Teknologi sederhana mencuci ini telah menggeser peran sabun biasa yang sebelumnya merupakan bahan paling dasar dalam proses pencucian kendaraan selain samphoo.

                Sekarang, keajaiban dari cairan yang ketika disemprotkan sudah menjadi busa putih bergumpalan layaknya salju yang menyelubungi kendaraan Anda, sudah banyak digunakan. Hasilnya? Tentu saja berbeda dari sabun cuci biasa. Kesan atau efek wax alias licin pada setiap bagian kendaraan Anda, dapat dirasakan.

                Lebih kinclong dan licin. Dan, saya pribadi yang telah merasakan sendiri perbedaannya, mengakui bahwa, setelah saya terus mencuci mobil saya menggunakan busa salju, tidak saja mobil menjadi kinclong dan licin, jamur pada kaca juga berangsur hilang. So, saya yang biasanya mengalami masalah dengan jamur kaca yang menyebalkan, kini bisa mulai bernafas lebih lega.

                Tidak hanya cuci salju yang marak saat ini, tapi ada pula yang namanya cuci es krim, yaitu busa yang dihasilkan berwarna warni, pink, hijau, biru, ungu. Mmhhh, lucu juga ya…melihat kendaraan kita berselubung busa salju berwarna warni…

                 Yang membuat saya penasaran, darimana sih datangnya ide mengenai urusan cuci mencuci kendaraan ini? Dalam benak saya, pasti dari luar negeri nih hehe (western minded), eehh, ternyata oh ternyata, teknologi sederhana yang menggunakan adukan bumbu rahasia berupa cairan kimia ini ditemukan dan diproduksi oleh anak bangsa. Salut, dan hebat!

                Sebenarnya, anak bangsa kita ini sudah banyak yang kreatif, inovatif dan luar biasa pemikirannya. Sayangnya, belum semua terekspos secara besar. Harusnya, hal ini perlu di eksplor lagi sehingga kita sebagai anggota dari bangsa ini, bisa turut merasakan kebanggaan bahwa kita bisa, Indonesia bisa. Tidak melulu melihat bangsa luar yang hebat, padahal hasilnya dari anak negeri sendiri.

               Sedikit menyimpang dari topik, saya ingin memberikan contoh saja, coklat misalnya, negeri ini adalah penghasil coklat terbesar dan terbaik dunia. Tapi, mengapa yang terkenal justru negara Swiss ya? Padahal coklat-coklat yang kemudian dilabel merek asing ini berasal dari Indonesia :) mmhh…

              Yuk, mari maju, tunjukkan kemampuan diri kita semua, paling tidak memberi kontribusi yang membuat perbedaan dalam hal positif. Walau sedikit, siapa yang tahu dampaknya besar untuk orang di sekitar kita :)

[am]








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.