Arti Sebuah Kehidupan

22 03 2008

                Ternyata, dalam kehidupan ini, kita sebagai manusia seringkali melupakan atau bahkan tidak ambil pusing terhadap segala sesuatu yang ada disekitar kita. Entah itu bersikap tidak perduli ataupun justru karena terlalu sibuk dengan urusan dan pekerjaan sehari-hari, kita tidak menyadari hal terpenting dari hidup kita sendiri. Hal besar yang justru menjadi begitu kecilnya, hingga kita tidak menyadari atau bahkan tidak menganggapnya ada.

                 Lalu, apakah hal tersebut? Ya, hal-hal yang sering terlewat oleh perhatian kita sebagai manusia yang terlalu disibukkan oleh aktifitas yang makin padat setiap detiknya. Misalnya saja sikap kasih. Kasih merupakan akar utama dari banyak hal perbuatan positif yang dapat kita berikan, tidak saja bagi orang terdekat kita, namun juga bagi banyak orang lain. Termasuk orang-orang yang kita juga tidak kenal secara pribadi.

                Kasih menciptakan suatu titik dasar yakni sikap “peduli”. Sikap yang menjadi awal mula dari suatu perbuatan baik kita untuk orang-orang disekitar kita.

                Nah, kesibukan inilah yang tanpa disadari justru menjauhkan diri kita sebagai manusia secara hakiki pada sikap “peduli” tadi.

              Anda tidak perlu berfikir jauh. Banyak cara melakukan kepedulian. Banyak orang juga melakukan kepeduliannya dengan mengusung kepedulian terhadap anak-anak terlantar, penderita Aids, kelaparan, bencana alam, dan masih banyak lagi.

              Tetapi, ada yang terlewatkan. Apakah Anda menyadarinya? Kasih tidak bermula dari sesuatu yang besar atau bercakupan luas. Kasih muncul dari cakupan terkecil yang maknanya ternyata sangat besar dalam kehidupan kita. Ya, benar, itu adalah keluarga. Dari keluarga, kasih akan menjalar mewarnai kehidupan dalam persahabatan kita, menjalar kembali dalam kehidupan pekerjaan kita, terus dan terus. Hingga kasih akan menjalar mewarnai sesuatu yang sifatnya lebih besar lagi bahkan bersifat global.

             Bagaimana tidak? jika kita tidak dapat mengasihi orang terdekat, yakni keluarga kita sendiri, tidak akan mungkin kita dapat dikatakan mengasihi orang lain. Seringkali kita justru terlalu mengambil peduli yang baik pada keadaan dan keprihatinan terhadap sesama (orang lain) dan melewatkan keluarga kita sendiri. Bagaimana mungkin, kita dapat mengasihi secara tulus sesama kita dalam cakupan lebih luas lagi, jika kita tidak memiliki kasih yang besar pada orangtua kita, pada adik/kakak, pada anak, pada suami, pada istri, pada anggota keluarga lainnya. Disaat Anda mengatakan kepedulian Anda untuk para korban perang, para korban bencana-dan di waktu yang sama Anda sangat tidak mengasihi istri Anda, suami Anda, orang tua Anda atau anak Anda sendiri. Menurut saya pribadi, Anda tidaklah memiliki kasih sejati jika demikian. Menurut Anda?

            Saya sendiri seringkali melewatkan atau bahkan tidak terpikirkan hal tersebut. Rasanya benci sekali terhadap suami saya, jika kami sedang bertengkar. Rasa menyebalkan sekali mendengarkan ocehan-ocehan, rengekan-rengekan orang tua atau mertua saya. Rasanya bosan banget terus terusan mendengarkan keluh kesah sahabat saya, yang dari waktu ke waktu permasalahannya itu-itu saja.

           Tetapi pasti ada suatu peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, yang merupakan peringatan lembut dan sabar dari Tuhan. Sentuhan-sentuhan kecil yang dapat menyadarkan diri kita saat itu juga.  Sentuhan-sentuhan lembut yang tidak akan mungkin kita rasakan jika kita tidak membuka hati kita secara jujur dan tulus.

            Kemarin, saya disadarkan lagi melalui 2 momen sekaligus.

            Momen yang pertama adalah ketika saya menghadiri misa mengenang wafat Isa Almasih-Jumat Agung di gereja. Tidak ada kasih yang lebih besar, dari kasih seseorang yang rela menyerahkan nyawa bagi para sahabatnya. Kasih sejati Allah yang luar biasa terhadap manusia yang tetap terus tidak pernah menyadari akan kasihNya yang besar. Manusia yang selalu lupa bersyukur-tenggelam dalam deretan keluhan dan protesnya terhadap kehidupan dunia yang tidak pernah dianggapnya indah.

            Sedangkan momen yang kedua, adalah ketika siang harinya, seorang sahabat saya menelepon dan memberitakan kabar duka cita, bahwa ibunya dipanggil Tuhan saat itu juga. Inailahi…

           Kaget bukan kepalang, setengah sadar dan tidak, saya turut merasakan rasa kehilangan yang sangat sahabat saya ini. Karena ibunda tercinta hanyalah tinggal satu-satunya orangtua yang ia miliki sejak ayahnya telah mendahului menghadap sang Pencipta bertahun silam.

           Saya dan suami langsung berangkat ke rumah duka yang saat kami datang jenasahnya telah rapi terbungkus kain kafan diiringi dengan alunan syahdu penuh kidmad pengajian dan doa yang dipanjatkan seluruh keluarga dan sahabat. Tidurlah tenang, tante…dan selamat jalan…

          Menjadi yatim piatu bukanlah keinginannya saat ini, dimana tiada lagi tempatnya berteduh-kasih murni dari orangtua terhadap anaknya. Walaupun ketika hidupnya, belum tentu kita dapat memaknainya sedalam ini.

          Kasih dari orang terkasih dalam hidup yang terkadang baru kita rasakah besar maknanya setelah orang tersebut meninggalkan kita untuk selamanya. Tanpa sempat memberitahukannya, bahwa dari lubuk hati terdalam kita mencintai dan mengasihinya dengan segenap jiwa dan raga. Perasaan yang selalu tersumbat untuk dialirkan keluar saat orang tersebut masih ada di depan kita.

          Dari uraian yang cukup panjang diatas, saya hanya ingin berbagi. Bahwa kita sebagai manusia seringkali terlupakan kasih yang paling dasar. Yang merupakan landasan, akar dan asal mula kasih di dunia ini. Tuhan yang maha kuasa adalah sumber kasih abadi, tidak akan pernah berkesudahan aliran sungai kasihNya menyegarkan dahaga kita. Dan, kasih pada orang-orang terdekat kita-keluarga kita sendiri.

          Tunjukkanlah kasihmu saat ini juga, dengan bentuk sikap kepedulian kecil yang pasti memiliki nilai dan makna dasyat bagi orang yang menerimanya. Tunjukkan kepedulianmu pada para sahabatmu, teman-temanmu, dan orang-orang disekitarmu. Barulah dunia dapat merasakan kasih sejati yang kita tawarkan.

         

            Salam Penuh Kasih,

 [am]


Actions

Information

6 responses

3 02 2009
LUSI ARYANI

Saya merasa terharu setelah membaca cerita anada diatas,
tapi saya juga kadang merasa binggung dalam mengahadapi hidup ini,
begitu banyak masalah dalam mengahadapi hidup ini, sayapun kadang bertanya pada diri saya sendiri apalah arti hidup saya bagi orang lain????

4 02 2009
Afra Mayriani

Hai Lusi, thanks udah mampir dan membaca.
Semua orang pasti pernah mengalami kegalauan dalam hidupnya, kebingungan dan hilang arah. Satu yang pasti, semua kembalikan pada yang empunya kuasa Ilahi, jangan setengah2 tapi 100%…pasti segalanya akan berjalan baik sedikit demi sedikit.
Sedangkan peran kita terhadap orang lain, mulailah dengan hal-hal kecil terlebih dahulu. Yakni pada keluarga dan orang-orang terdekat. Memberi perhatian kecil seperti menyatakan kalau kita menyayangi mereka dan siap membantu apa saja dalam perkara kecil…itu telah membuat hidup Anda berarti lebih di hati orang lain tanpa Anda sadari.

Salam,
Afra

11 06 2009
Ryan

setuju dgn kak afra. terkadang sebagai manusia kita melupakan kasih yg paling dasar. justru oleh karna kasih itu alasan kita sebagai manusia mampu bertahan di setiap badai kehidupan. GOD BLESS

11 02 2010
luki

uh… critane bner-bner mengesankan…..
oya q meu tnya mbak…. knpa yo… bnyak skali seseorang tu mdah melupkan kta n gk peduli…. pdhal kta tu sdah bersusah pyah dlam membangun skap yang begitu peduli…..n ap yg hrus kta lakukan……

27 09 2010
Arti Sebuah Kehidupan « Jadikan Hidup Ini Berarti

[...] Sumber dari sini [...]

28 06 2011
amandha fruitha

heemm…..
kdngg hidup ituu byk cbaan n rintangannya…tpii,,,npa sbgian orng tdk tau lw hidup itu indh apabila kita saling memberi n kikhlas menerima keadaan…
so,,,cbalhh ttp berdsarkan ketentuan yang ada..,maka hidup akan tersa menyengkan…
hidup akan tersa berat apbla kita tidak tau arti kehidupan itu sendiri….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: