Pernah punya rasa takut atau kecemasan yang berlebih dalam hidup? Mungkin hampir seluruh manusia mengalaminya. Ketakutan/kecemasan yang selalu hadir dalam setiap langkah kehidupan kita. Takut ketika ingin memulai usaha sendiri, cemas ketika menghadapi interview pekerjaan sampai pada ketakutan-ketakutan yang hadir dalam setiap pijakan kaki di bumi ini.
Tidak menutup kemungkinan, rasa takut atau cemas yang cenderung berlebihan, pada akhirnya dapat menciptakan suatu perasaan negatif terhadap diri sendiri. Perasaan yang sebenarnya sangat merugikan, baik kita sadari maupun tidak kita sadari. Perasaan yang menguras energi dan pemikiran kita setiap saat.
Memang tidak mudah untuk menghilangkan rasa takut, cemas yang berakhir dengan pikiran/perasaan negatif tadi. Jangan diharapkan bisa secepat kilat kita menghilangkannya, kecuali Anda memang sudah berlatih dan mampu mengontrol secermat itu.
Pada kenyataannya, tetaplah sangat sulit. Saya sendiri seringkali dihadapi bahkan dihantui perasaan takut, cemas yang berlebihan tersebut. Padahal, kejadian saja belum. Nah, kalau sudah begini, artinya pemikiran, energi dan hati saya menjadi negatif. Sangatlah tidak nyaman untuk berada dalam keadaan ini.
Ada dua hal yang saya lakukan bila rasa takut dan cemas datang. Yang pertama adalah bersikap pasrah, biarkanlah yang terjadi – untuk terjadi. Percaya bahwa segala sesuatunya akan indah pada waktunya. Bahwa semuanya akan baik-baik saja, dan sayapun baik-baik saja. Yang kedua, hadapi ketakutan/kecemasan pada diri. Semakin kita menghindari ketakutan/kecemasan, semakin dalam perasaan itu akan menumbuk didalam hati kita. Hidup menjadi tidak sehat. Maka ya, hadapi saja. Just Face It!
Tidak ada satupun manusia yang mampu menjadi sempurna 100%. Hanya saja, kita diberi pilihan-pilihan oleh sang Pencipta untuk menentukan jalan hidup kita menjadi lebih baik, bahkan terus menjadi lebih – lebih – dan lebih baik lagi. Intinya adalah jangan pernah menyerah! Menyerah pada ketakutan/kecemasan yang melanda kehidupan Anda, layaknya berteriak menyerah bahkan sebelum pertandingan nyata sendiri-pun dimulai.
[am]
wah amma banget nih. amma juga kemarin sempat ngerasa malas aja kalau berhubungan dengan cowok (setelah 5 thn tenyata dikhianati juga). tapi syukurlah, memang tidak mudah..tapi lambat laun muncul lagi rasa kepercayaan ke cowok lagi..
pasrah! ya memang itu satu2nya cara terbaik..toh katanya sekecil dan sebesar apapun kebaikan dan kejahatan yang kita lakukan pasti akan mendapat ganjarannya..
itu yang membuat Amma bangkit..:)