
Ada saatnya kita diajak untuk berpetualang kembali menelusuri lika liku kehidupan kita dimasa lampau. Kalau bagi saya, tur petualangan tersebut adanya setahun sekali. Tanpa perlu membayar, tanpa perlu mengeluarkan akomodasi dan tanpa perlu peralatan canggih.
Lalu apa dong yang diperlukan? simpel saja sih. Kita hanya perlu memori dalam yang tersimpan di dalam otak kita sendiri. Momen setahun sekali itu datang bukan pada saat bulan purnama. Kalau barengan bulan purnama, yang ada manusia serigala donk
Lalu apakah saat gerhana? ya gak mungkin jg, karena gerhana datangngnya kan belum tentu setahun sekali.
Masih bingung kapan momen setahun sekali tersebut datang?
Momen untuk berpetualang, penelusuran kembali dari masa sekarang kebelakang, bisa dilakukan ketika kita ulang tahun. Nah, disaat inilah, dimana setahun cuma sekali (karena ga ada kan orang yg ulang tahunnya setiap bulan
) kita sebagai manusia diajak untuk menikmati suka dan duka masa lampau…Hari-hari yg terukir dari hari kebahagiaan, saat kita memasuki dunia ini, hingga saat kita merayakannya kembali.
Ngomong-ngomong soal petualangan setahun sekali ini, saya sering melakukannya di pagi hari setiap hari ulang tahun saya. Yang kebetulan jatuh pada hari ini pukul 6/7 pagi (kurang ingat ibu saya kapan tepatnya…apakah matahari belum menampakkan diri atau malah sudah bersinar terang menyambut kehadiran saya yg imut2 sekali pada waktu itu).
Menilik kembali melalui perjalanan singkat, aku bisa sangat bersyukur akan apa yg ternyata telah Tuhan sediakan sepanjang umurku hingga saat ini. Membuka mata dengan lebar dan hati dengan tulus, ternyata mampu membuat kita sebagai manusia bisa mensyukuri hidup yg indah. Walaupun dalam perjalanannya ternyata hidup tidaklah seindah bunga lily yg sedang mekar.
Namun, mengapa segalanya bisa terlihat begitu indah? apakah mungkin hidup bisa semulus aspal yg baru jadi? Tidak bukan. Nah, segalanya kembali kepada diri kita. Bagaimana pola pikir kita yg sederhana mampu membuat perubahan yg dasyat jika kita melatihnya untuk berfikiran luas (istilah kerennya wide open minded gitu) Melihat kehidupan dari berbagai sisinya, bukan sekedar hitam atau putih saja. Bukan hanya soalan kenaikan harga bahan-bahan pokok yg makin menjepit disaat yg makin sempit ini. Bukan hanya sekedar soalan perut (mengambil istilah dari budayawan Prie G.S).
Jadi, momen yg datangnya sekali setahun ini, janganlah disia-siakan…pergunakan kesempatan berpetualang yang mengasikkan itu dengan sebaik-baiknya. Tujuannya bukan supaya kita membuka kembali luka lama (yg harusnya sudah mati dikubur-walau emang ga bisa mati ya-karena bukan mahluk hidup), bukan cuma untuk mengingat kebagusan2 yg kita punya hingga membuat kita terus mendangakkan kepala kesombongan.
Tujuan sejatinya adalah untuk membuat hidup kita menjadi makin bermakna, baik untuk diri sendiri ataupun orang lain dan sekitar kita. Membuat kita selalu ingat siapa diri kita sebenarnya – yang hanyalah debu dari mulanya. Bukan untuk sekedar mencari pembenaran diri yg berujung pada rasa “kebesaran” yg menempel pada diri layaknya sebuah jubah.
Ada satu petikan kalimat yg saya suka: “Banyak manusia percaya bahwa kebesaran diperoleh melalui sebuah kombinasi dari peluang, talenta dan keagresifan. Tetapi, kebesaran sejati yg sebenarnya justru bersumber dari hidup yg selaras dengan kehendak sang Pencipta yang agung”
Jadi, mari kita berpetualang ke masa lalu. Karena akan menjadi pengalaman yg menyenangkan lho. Yang akan membawa kita mengetahui rancangan Pencipta yang agung yg telah dipersiapkannya untuk diri kita.
Menikmati setiap jengkal kejadian baik suka ataupun duka, akan menghasilkan rasa syukur yg luar biasa!
Selamat berpetualang di hari Anda!
[am]


Pernah punya rasa takut atau kecemasan yang berlebih dalam hidup? Mungkin hampir seluruh manusia mengalaminya. Ketakutan/kecemasan yang selalu hadir dalam setiap langkah kehidupan kita. Takut ketika ingin
Recent Comments