Coba perhatikan, sikap apa yang akan anak Anda tunjukkan bila ia mendapat perlakuan pilih kasih dari orangtuanya?
Tak ada manusia yang sempurna, demikian juga dengan Anda sebagai orangtua. Bagi Anda yang memiliki buah hati lebih dari satu, tentu saja secara manusiawi tak mungkin dapat membagi kasih sayang secara merata kepada Si Kecil satu demi satu.
Terkadang, kesibukan yang melanda Anda dan pasangan sehari-hari, tidak memungkinkan bagi Anda berdua mempunyai waktu yang cukup untuk mengenal kepribadian setiap buah hati. Padahal, walaupun lahir dari rahim yang sama, buah hati sama halnya dengan setiap manusia yang memiliki perbedaan-perbedaannya tersendiri. Kelebihan pasti dibarengi dengan kelemahan.
Salah satu contohnya bisa dilihat pada anak-anak yang dilahirkan kembar. Seringkali Anda sebagai orangtua terkecoh dengan kemiripan yang hampir serupa dari segi paras dan postur sang anak. Semua pakaian diberikan yang sama persis agar tak ada salah satu yang menunjukkan rasa iri terhadap yang lain.
Sebetulnya, justru ada yang terlewatkan oleh Anda sebagai orangtua, walaupun secara biologis dapat dikatakan anak kembar indetik memiliki kesamaan nyaris 100 persen, namun sebagai seorang individu – sekalipun mereka terlahir sebagai anak kembar – tidak memiliki kepribadian yang sama.
Masing-masing dari mereka pasti memiliki keunikan dan kelebihan, sekaligus kekurangannya sendiri. Uniknya, mereka saling melengkapi. Itulah azas utama dari penciptaan manusia oleh Sang Pencipta.
Tak sedikit orangtua yang memperlakukan setiap buah hatinya berbeda-beda. Ada orangtua yang memberikan perilaku sangat istimewa hanya pada salah satu buah hatinya saja karena ia adalah anak lelaki pertama dalam keluarga, atau buah hati tadi memiliki kekurangan dibandingkan saudaranya yang lain.
Padahal, dengan memberikan kasih sayang yang berbeda justru akan membuat pertumbuhan psikis maupun perkembangan kejiwaan sang buah hati menjadi tak seimbang. Mengapa demikian? Jangan mengira anak-anak tak akan pernah tahu perbedaan yang Anda berikan, walaupun saat itu mereka masih dianggap terlalu kecil untuk mengetahui ini dan itu, perilaku dari kedua orangtuanya.
Nah, berikut ini adalah kiat-kiat bagi para orangtua agar tidak pernah salah langkah dalam memperlakukan buah hati Anda secara adil, dan dalam kadar kasih sayang yang sama!
1. Kenalan Yuk!
Tidak saja proses berkenalan dilakukan oleh Ada saat bertemu dengan klien baru, rekan kerja baru, atau bahkan tetangga baru. Bila Anda dapat dengan lugas, ramah dan begitu terkesan memahami orang-orang baru di sekeliling Anda, mengapa tidak melakukan hal yang sama terhadap buah hati Anda sendiri.
Bukankah buah hati Anda merupakan sosok manusia baru yang patut dikenali lebih dalam lagi, karena ia telah yang hadir dalam kehidupan Anda? Oleh karena itu, sediakan waktu untuk mengenali buah hati sejak ia masih dalam kandungan.
Jika Anda mampu mengatur waktu luang untuk sekadar bertemu dengan teman lama di kedai kopi atau arisan bersama ibu-ibu lainnya, mengapa Anda tak mampu menyediakan waktu untuk mengetahui karakter utama dari setiap buah hati Anda. Pengenalan terhadap karakter, serta sifat dan sikap Si Kecil akan lebih efektif jika dilakukan sejak dini.
2. Kekurangan = Kelebihan
Lho, kok, bisa sih kekurangan sama dengan kelebihan? Ya, tentu saja. Kekurangan yang ada pada setiap diri seorang individu justru dapat menjadi kekuatannya atau kelebihannya, bila diasah dan dilatih dengan baik.
Contohnya, bila Anda memiliki anak yang luar biasa aktif, atau sering disebut hiperaktif, tak jarang orangtua justru menjadi kesal dan marah, bahkan cenderung malu. Anak mereka tak dapat terkendali, tak bisa diam, dan hal ini menjadikan hidup Anda lebih repot. Padahal, kekurangannya ini bisa diarahkan menjadi kekuatan, yang hasil akhirnya positif bagi perkembanga buah hati anda sendiri.
Jadi, cari tahu secara cermat apa yang menjadi kesukaan dari setiap buah hati Anda. Ikutkan mereka dalam setiap kegiatan yang melibatkan anak-anak lain, sehingga dapat melatih sistem sosialisasi dalam diri buah hati Anda sejak dini. Misalnya kusrus karate, taekwondo, alat musik, olah raga, memasak, presenter cilik, dan sebagainya.
3. Saudaraku, Anak Kesayangan!
Jangan pernah memperlakukan buah hati Anda berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Misalnya, bila Anda terus menerus memanjakan sang kakak daripada adiknya, lambat laun akan membuat perkembangan sang kakak menjadi lebih egois, mau menang sendiri, dan tak punya rasa toleransi.
Hal ini tentu sangatlah kurang baik. Anak akan makin membesar dan ia akan mengarungi kehidupan dalam masyarakat, sehingga dampak yang diperoleh dari ia kecil akan mengakibatkannya tak bisa berinteraksi baik dengan lingkungan sekitarnya. Ia selalu hidup dalam kemenangan dan pemakluman yang selalu Anda berikan sejak ia kecil.
Sementara sang adik, akan selalu hidup dalam perasaan kecewa yang terpendam di dalam hati kecilnya hingga dewasa nanti. Dan secara tak sadar ataupun tak langsung, sebagai orangtua Anda pasti akan merasa sudah tak bisa membahagiakannya.
Nah, jangan pernah ada dalam kamus Anda sepenggal kalimat, “Ini memang anak kesayangan Mama dan Papa”. Semua buah hati Anda adalah anak kesayangan Anda berdua, tanpa terkecuali.
4. Sepintar Apapun, Tetaplah “Anak Mama”
Jangan pernah membuat pengecualian terhadap salah satu dari Si Kecil. Misalnya, sang adik karena usianya lebih muda, maka ia menjadi anak kesayangan, sementara sang kakak diharuskan mengalah terus. Atau sebaliknya, sang kakak yang Anda ketahui memiliki kelemahan dibandingkan sang adik, selalu Anda dahulukan dalam berbagai hal.
Dalam benak Anda tentu berpikir, Si Bungsu merupakan anak cerdas dan pintar, jadi pastilah ia dapat berdiri di kakinya sendiri atau lebih mandiri suatu saat nanti. Sedangkan sang kakak, Anda merasa selalu khawatir untuk melepaskannya berdiri sendiri. Anda takut ia gagal, atau takut ini dan itu.
Padahal, semakin Anda terus menggenggamnya, ia pun semakin tak akan pernah bisa keluar dari tempurung kemanjaannya itu. Layaknya menemukan sebuah batu di dasar sungai, bila Anda terus menyimpannya dalam kotak perhiasan, tak akan membuat batu tadi menjadi berlian yang begitu indahnya.
Namun, ketika Anda menggosoknya setiap hari, mengasahnya dengan sekuat tenaga dan mengukirnya dengan kesabaran, maka ia akan mengeluarkan kilau keindahannya dan jadilah mahal harganya. Sehingga, batu itu janganlah disimpan di dalam kotak perhiasan Anda, namun sebaiknya dengan bangga akan Anda pakai terus.
5. Life’s goes on!
Sebagai manusia, sering kali kita luput dan waktu terus berjalan dengan sangat cepat. Arahnya pun selalu ke depan, tak pernah mundur. Demikian juga halnya dengan perkembangan buah hati Anda. Tiba-tiba saja mereka beranjak semakin besar. Oleh karena itu, perlakukanlah semua buah hati Anda dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan isilah mereka dengan air pengetahuan akan kehidupan.
Kelak mereka akan membutuhkannya, sebab manusia hidup tidak sendirian. Manusia hidup dalam kebersamaan, baik dalam keluarga maupun masyarakat. Didiklah anak-anak Anda dalam iklim yang sarat dengan kepekaan sosial yang baik, dan tumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri mereka sejak dini.
Bertanggung jawab sama artinya dengan mampu melakukan segala sesuatu yang baik, dan mampu pula bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. Jika salah satu anak Anda selalu hidup dalam “kemanjaan”, maka akan sangat disayangkan kelak ketika ia telah besar dan berkeluarga. Buah hati yang paling Anda sayangi ini cenderung tak bisa bertahan menghadapi ombak kehidupan yang tak jemu menerjang keras.
Jadi, sebelum hal-hal negatif terjadi sebaiknya Anda mulai memberikan kesama-rataan dalam kasih sayang, isilah setiap gelas yang kosong dengan air yang sama tinggi. Dan biarkan mereka menentukan jalannya atau masa depannya masing-masing, dengan segala kelemahan yang dapat menjadi dorongan positif agar memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik.
[am]
Tabloid Nova, edisi Senin, 22 Sept 08
Nice posting, saya jadi bisa belajar lebih banyak supaya saya tidak pilih kasih terhadap anak.
Salam kenal buat Afra
Tulisan yg bagus. Sukses selalu
~ ez
menyentuh