Happiness is in your hand…

13 02 2009


“Not what you have, but what you see; Not what you see, but what you choose; Not what seems fair, but what is true; Not what you dream, but what you do; Not what you take, but what you give; Not as you pray, but as you live. These are the things that mar or bless The sum of human happiness.” – unknown source
 

Mungkin seringnya kita sebagai manusia menjalani kehidupan ini, bukan berdasarkan apa yang pada dasarnya harus ditentukan oleh diri kita sendiri. Baik itu sebagai standar, strategi, ekspresi maupun yang terbaik yang dapat dirasakan oleh diri sendiri.

Begitu banyak hal yang kita jalani, baik disadari ataupun tidak disadari adalah ‘bukan’ diri kita sendiri. Kita berjalan berdasarkan apa yang orang lihat, apa yang pihak lain inginkan, hal yang berhubungan dengan pendapat orang lain. Dan lain sebagainya, yang begitu kita yakini bahwa apa yang orang lihat di kita, jika menurut mereka baik, maka baik lah untuk diri kita. Lalu, jika sudah demikian…diri kita layaknya ‘alien’ hidup yang berjalan, yang merasa dan mengalami kebahagiaan-kebahagiaan semu.

Kebahagiaan yang sejatinya, sebenar-benarnya bukanlah milik kita sepenuhnya. Tidak 100% apalagi 50%. Justru yang kebahagiaan yang kita jalani adalah milik orang-orang disekeliling kita yang begitu menentukan bagi diri kita sendiri.

Mungkin kita terlalu takut untuk berjuang dan memiliki kebahagiaan diri kita yang sejati. Takut akan pendapat, pandangan atau bahkan pikiran yang berujung pada perbuatan-perbuatan orang lain pada diri kita. Kita menjadi takut untuk berdiri dengan teguh di kaki kita sendiri. Semua hal yang kita lakukan berdasarkan topangan dari pandangan positif atau berdasarkan cemoohan atau pergunjingan yang keluar dari pihak-pihak lain.

Kebahagiaan sejatinya ada dalam diri kita sendiri. Jika bukan ada di tangan kita, siapa lagi yang paling mengetahui apa yang membuat kita bahagia. Bahagia adalah bersyukur…bukan meributkan apa yang sudah atau belum kita miliki. Kebahagiaan adalah bagaimana kita mengatur cara pandang kita terhadap apa yang telah kita miliki sekarang. Menjadikannya begitu berharga dan berarti.

Kebahagiaan, bukanlah apa impian-impianmu atau apa isi doa-doamu setiap malam kepada Yang ESA. Namun, beyond on those things…kebahagiaan adalah apa yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan impian-impian dalam kehidupan kita ini, yang terangkum dalam alunan indahnya sebuah doa yang disampaikan setiap malamnya…atau bahkan setiap nafas yang kita hembuskan.

Apa yang kita bisa beri, dari kekurangan yang kita miliki, sehingga membuat orang lain atau pihak lain begitu merasa dihargai, dihormati, disayangi, dan diperhatikan…menjadikan sesama merasa “ADA”.

Kebahagiaan bukan ditangan orang tua kita, bukan ditangan saudara kita, bukan ditangan sahabat kita, bukan ditangan anak kita, bukan ditangan suami atau istri kita. Kebahagiaan ada di tangan kita sendiri. Usaha untuk menyingkapi kebahagiaan sejati itulah yang memerlukan usaha cukup keras dan tidak mudah.

Maka, pada akhirnya pun semua kembali pada diri kita sendiri. Apakah kita sudah siap…sudah mantap…dan sudah pada waktu yang tepat untuk mengejar dan mengalami kebahagiaan diri sendiri…

Jangan berputus asa…bergerak maju, dan hiduplah pada jalan bahagia itu sendiri!

Semoga meng-inspirasi…

am-





Valentine’s Day Bersama si Kecil – Bagian I

12 02 2009

http://www.tabloidnova.com/article.php?name=/valentines-day-bersama-si-kecil-1&channel=keluarga%2Fanak

edisi cetak 9 Feb 09

Merayakan hari kasih sayang lebih istimewa tak hanya layak dilakukan bersama Si Dia saja. Anda pun dapat merayakannya dengan seru bersama Si Kecil. Katakan I Love You padanya!

Hari kasih sayang atau Valentine’s Day merupakan momen di mana perwujudan cinta dan kasih dirayakan. Perayaan hari kasih sayang yang jatuh setiap tahunnya pada tanggal 14 Februari ini senantiasa dinantikan dan dinikmati banyak orang di dunia.

Namun, coba Anda cermati, hari kasih sayang ini lebih banyak dikonotasikan sebagai momen berkasih-kasihan antara sepasang kekasih, atau suami istri. Padahal, pada dasarnya kasih sayang adalah milik semua orang dan kalangan. Tidak saja dapat Anda rayakan dan nikmati bersama pasangan, tetapi juga bersama teman-teman, sahabat, orangtua, adik dan kakak, bahkan buah hati Anda.

Mungkin Anda masih bingung bagaimana memperkenalkan makna hari Valentine kepada Si Kecil, Read the rest of this entry »





Valentine’s Day Bersama Si Kecil – Bagian II

12 02 2009

http://www.tabloidnova.com/article.php?name=/valentines-day-bersama-si-kecil-2&channel=keluarga%2Fanak

edisi cetak 9 Feb 09

Bila Anda termasuk wanita karier dan ibu rumah tangga yang super sibuk, maka pergunakanlah momen Valentine sebaik mungkin untuk bersama-sama keluarga.

Hari kasih sayang tahun ini kebetulan jatuh tepat di hari Sabtu atau hari libur bagi sebagian besar orangtua. Nah, inilah kesempatan bagi Anda untuk menghabiskan waktu lebih banyak bersama Si Kecil.

Dan menjelang hari H, sebaiknya sisihkan sedikit waktu untuk memikirkan apa yang akan Anda berikan sebagai kejutan untuk Si Kecil.

Tak perlu memberi hadiah yang mahal, karena ini memang bukanlah hari ulang tahunnya.

Lebih baik, Anda memikirkan hadiah lain yang berkaitan dengan makna kasih sayang itu sendiri.

Misalnya, Read the rest of this entry »





From The Desk of God

3 02 2009

Effective Immediately:

Please be aware that there are changes you need to make in your life. These
changes need to be completed in order that I may fulfill my promises to you
to grant you peace, joy and happiness in this life. I apologize for any
inconvenience, but after all that I am doing, this seems very little to ask
of you. I know, I already gave you the 10 Commandments. Keep them. But
follow these guidelines as well…

1. QUIT WORRYING

Life has dealt you a blow and all you do is sit and worry. Have you
forgotten that I am here to take all your burdens and carry them for you? Or
do you just enjoy fretting over every little thing that comes your way?

 

2. PUT IT ON THE LIST

Something needs done or taken care of. Put it on the list. No, not YOUR list
 Put it on MY to-do-list. Let ME be the one to take care of the problem. I
can’t help you until you turn it over to me. And, although my to-do-list is
long, I am, after all, God. I can take care of anything you put into my
hands. In fact, if the truth were ever really known, I take care of a lot of
things for you that you never even realize.

 

3. TRUST ME

Once you’ve given your burdens to me, quit trying to take them back. Trust
in me. Have the faith that I will take care of all your needs, your problems
and your trials. Problems with the kids? Put them on my list. Problem with
finances? Put it on my list. Problems with your emotional roller coaster?
For my sake, put it on my list. I want to help you. All you have to do is
ask.

 

4. LEAVE IT ALONE

Don’t wake up one morning and say, “Well, I’m feeling much stronger now, I
think I can handle it from here.” Why do you think you are feeling stronger
now? It’s simple. You gave me your burdens and I’m taking care of them. I
also renew your strength and cover you in my peace. Don’t you know that if I
give you these problems back, you will be right back where you started?
Leave them with me and forget about them. Just let me do my job.

 

5. TALK TO ME

I want you to forget a lot of things. Forget what was making you crazy.
Forget the worry and the fretting because you know I’m in control. But there
s one thing I pray you never forget. Please don’t forget to talk to me -
OFTEN! I love you. I want to hear your voice. I want you to include me in on
the things going on in your life. I want to hear you talk about your friends
and family. Prayer is simply you having a conversation with me. I want to be
your dearest friend.

 

6. HAVE FAITH

I see a lot of things from up here that you can’t see from where you are.
Have faith in me that I know what I’m doing. Trust me, you wouldn’t want the
view from my eyes. I will continue to care for you, watch over you, and meet
your needs. You only have to trust me. Although I have a much bigger task
than you, it seems as if you have so much trouble just doing your simple
part. How hard can trust be?

 

7. SHARE

You were taught to share when you were only two years old. When did you
forget? That rule still applies. Share with those who are less fortunate
than you. Share your joy with those who need encouragement. Share your
laughter with those who haven’t heard any in such a long time. Share your
tears with those who have forgotten how to cry. Share your faith with those
who have none.

 

8. BE PATIENT

I managed to fix it so in just one lifetime you could have so many diverse
experiences. You grow from a child to an adult, have children, change jobs
many times, learn many trades, travel to so many places, meet thousands of
people, and experience so much. How can you be so impatient then when it
takes me a little longer than you expect to handle something on my
to-do-list? Trust in my timing, for my timing is perfect. Just because I
created the entire universe in only six days, everyone thinks I should
always rush, rush, rush.

 

9. BE KIND

Be kind to others, for I love them just as much as I love you. They may not
dress like you, or talk like you, or live the same way you do, but I still
love you all. Please try to get along, for my sake. I created each of you
different in some way. It would be too boring if you were all identical.
Please know I love each of your differences.

 

10. LOVE YOURSELF

As much as I love you, how can you not love yourself? You were created by me
for one reason only – to be loved, and to love in return. I am a God of Love
 Love me. Love your neighbors. But also love yourself. It makes my heart
ache when I see you so angry with yourself when things go wrong. You are
very precious to me. Don’t ever forget that!

With all my heart, I love you…

Author:Unknown





Bila Terperangkap Bersama “Bad Boss”

2 02 2009

bad boss

bad boss

artikel tabloid nova Agustus 2008 oleh Afra Mayriani

 

Atasan yang baik tentu menjadi impian semua orang. Namun, apa jadinya jika Anda terjebak bersama seorang atasan yang sulit? Simak kiat berikut:

Semua manusia yang dilahirkan, tak bisa memilih siapa calon orangtuanya di muka bumi ini, demikian juga halnya dengan posisi sebagai karyawan. Sebagai seorang profesional di dunia kerja, Anda tak bisa memilih siapa atasan Anda kelak, di perusahaan tempat bekerja.

Dan, hal ini terjadi tak saja bagi karyawan di tingkat rendah saja, tapi juga pada Anda yang telah mencapai posisi yang cukup tinggi. Mengingat pepatah, “Diatas Langit Masih Ada Langit”, demikian juga para atasan. Diatas atasan, masih ada atasan “atasan” Anda.

Sebagai seorang profesional, ketika dihadapkan pada situasi dimana Anda mendapat seorang atasan yang sulit, kecenderungan untuk menyerah, kalah, mundur, atau terus-menerus dihantui perasaan tak menyenangkan, akan memberi pengaruh yang cukup mengganggu pada kinerja diri Anda, baik sebagai anggota dari komunitas besar perusahaan ataupun bagi perkembangan diri sendiri-baik secara mental maupun moril, disertai perasaan-perasaan negatif yang tak baik.

Nah bila Anda memiliki atasan yang sulit ditaklukkan, ikuti saja tips berikut! Read the rest of this entry »