
image from: pro.corbis.com
3. Bicarakan Baik-Baik
Bila salah satu staf Anda mulai membandel dan malas-malasan datang ke kantor, banyak izin, sering mangkir dari tugas, ini merupakan lampu kuning bagi Anda. Pekerja yang memiliki pola karakter demikian adalah pekerja yang tak respek kepada Anda sebagai atasan dengan baik.
Tipe ini adalah tipe pekerja yang menggampangkan. Bisa saja, sosok ini adalah teman baik atau tipe orang yang merasa sudah dekat dan menganggap Anda adalah tipe yang mudah dihadapi. Menghadapi bawahan dengan karakter seperti ini, sebaiknya Anda hadapi baik-baik. Ajak ia duduk bersama untuk membicarakan persoalan ini. Katakan padanya, ini bukanlah masalah personal Anda dan dia, namun sudah menjadi persoalan perusahaan. Dimana, kinerjanya telah tercatatat kurang begitu memuaskan.
Terutama bila ia tak bisa memenuhi target-target yang berikan perusahaan kepadanya. Tanyakan apakah ia memiliki persoalan pribadi, atau tanyakan pula mengapa ia berperilaku seperti itu, yang ujung-ujungnya justru memperburuk nilai kinerjanya sendiri. Lalu mintalah ia untuk mengubah sikap negatifnya menjadi lebih positif. Toh, itu juga demi kebaikan dirinya sendiri berdasrakan penilaian obyektif Anda terhadap hasil kerjanya selama ini.
4. Selalu Ada Kesempatan Kedua
Jangan mersa “panas” dan menggebu-gebu ingin mengomeli atau bahkan memecat bawahan Anda. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, bukan? Dan, tak ada pekerja yang sempurna, termasuk kinerja bawahan Anda. Bisa saja ia sedang dalam keadaan tidak termotivasi.
Atau, telah merasa jenuh dengan rutinitas yang itu-itu saja dan dirasa tidak menantang lagi untuknya. Atau bahkan, bisa saja pekerjaan yang dilakukannya sebenarnya tak sesuai dengan skill atau kemampuannya sendiri, tetapi ia tidak mengakuinya di hadapan Anda secara terus terang, karena takut atau malu.
Jadi, setelah dibicarakan baik-baik dan dari hati ke hati sebagai seorang atasan dan bawahan, sebaiknya Anda memberikan kesempatan kedua baginya. Janjikan pula keterbukaan peluang baginya, sama seperti yang Anda lakukan kepada rekan lain untuk mendapatkan promosi bila ia berhasil dengan gemilang dalam melakukan pekerjaannya.
Kemungkinan ada juga pekerja menjadi malas karena tahu, sehebat apapun ia mengerjakan suatu tugas yang diberikan perusahaan, tak sksn ada promosi karier yang lebih baik baginya di masa depan. Hal ini menjadikannya malas dan membandel. Jadi, cobalah untuk memberikan kesempatan mendapatkan promosi yang layak dalam kariernya.
5. Pecat Atau Tidak Ya?
Bila beragam langkah sudah Anda lakukan dan masih tak berhasil mengatasi tipe karakter bawahan yang bandel ini, memang agak susah. Bila didiamkan, tentu dapat mempengaruhi penilaian pekerja lain dalam satu tim terhadap kredibilitas Anda sebagai pemimpin.
Ia juga bisa membuat suasana kerja jadi tak nyaman bagi bawahan lain yang termasuk tipe pekerja keras dan profesional. Menjadi tidak adil bagi bawahan lain dalam pencapaian target-target yang Anda tetapkan, bahkan bisa saja menimbulkan kecemburuan di tempat kerja.
Bisa saja Anda dianggap memperlakukan bawahan yang satu itu lebih spesial dibandingkan yang lain, padahal Anda tak demikian. Jadi, menimbulkan rumor tak sedap. Serba salah pasti Anda rasakan.
Untuk ini, lebih baik segera konsultasikan dengan bagian Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan.
Berikan laporan secara obyektif kepada tim SDM mengenai kinerja bawahan tadi, tanpa dilebihkan atau dikurang-kurangkan. Diskusikan pula dengan pihak SDM apakah lebih baik mencari penggantinya dan memindahkannya ke departemen lain, yang lebih cocok baginya.
Atau bila sudah melakukan pelanggaran berat dan tidak bisa meraih target sama sekali, setelah didiskusikan dengan pihak SDM dan disesuaikan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku, perusahaan bisa saja memecatnya. Namun, lakukan langkah ini sebagai upaya paling akhir, jika segala upaya telah gagal dilakukan.
wahhh,,,,boleh juga tuch triknya.mudah2an aja saya tidak punya karyawan bandel,n kalo punya karyawan bandel bisa dipraktekan tuch.thanks ya..
Sebenarnya trik tsbt memang sudah merupakan hal yg normatif yg seharusnya dilakukan, namun yg menjadi pertanyaan saya, bagaimana apabila seorang karyawan bermasalah seperti itu (bahkan di level yg lebih parah/dead wood), yg harusnya dipecat. tetap dipertahankan oleh owner suatu perusahaan dg maksud agar tidak memberikan pesangon bagi karyawan yg dipecat??
dear mbak Alga,
terima kasih sebelumnya sudah membaca tulisan-tulisan saya. semoga memberi manfaat yaa.
menjawab pertanyaan mbak, sebaiknya tetap fokus pada karier dan pekerjaan diri sendiri. tetap menjunjung ethos kerja yang positif. toh karyawan dengan kinerja buruk seperti itu pada dasarnya tidak dipecat hanya karena perusahaan tidak ingin mengeluarkan dana pesangon. biasanya, perusahaan tidak akan memberikan tanggung jawab yang berarti pada pekerjaan si karyawan tsb. so, daripada ngurusin rekan kerja negatif seperti itu, lebih baik memikirkan bagaimana agar setiap task yang diberikan ke kita oleh perusahaan dapat terlaksana dengan hasil baik.
semoga membantu
salam,
Afra
trims mbak atas infonya kebetulan saya seorang pimpinan yang lagi menghadapi tingkah polah karyawan yang persis di bahas di blog ini semua yang ditulis disini sudah saya praktek kan tp sepertinya mereka tau bahwa pada dasarnya saya orang yang tidak tegaan tetapi tulisan mbak memberikan saya kepercayaan diri yang lebih untuk menentukan sikap terhadap karyawan yang bandel
untuk mbak afra ….
perlu di ketahui terkadang banyak karyawan yang memang sengaja membuat ulah untuk di pecat dan mendapatkan pesangon itu suatu sikap yang licik menurut saya seorang pemimpin yang berpengalaman pasti akan bisa melihat hal itu
sama-sama mbak Roslina…senang bisa berbagi dan membantu…
Cheers
am
Selamat pagi semua nya, saya ingi bertanya atau pun tukar fikiran. Saya punya bawahan belakangan ini sering tidak tepat jam kerja serta kadang kala mangkir tanpa memberi alasan yang pasti,dan menjadi pertimbangan saya pada saat ini adalah dia putra daerah.
Tolong dong solusinya dari rekan2 sekalian.
bicarakan baik baik secara tatap muka. minta ybs sharing sebenarnya apa ada hal yang membuatnya sering tidak masuk, mangkir atau terlambat datang ke kantor secara terus menerus. siapa tahu anda dapat membantu jika ternyata bawahan anda tsb ternyata memang ada masalah pelik.
semoga membantu.
salam.
am