Suami Gaul Istri Masygul

27 07 2009

www. tabloidnova.com – penulis: Afra Mayriani – Juli 2009

bigfuntown.com

bigfuntown.com

 

Apakah Si Dia selalu memanfaatkan isi dompet Anda untuk mendukung aktivitas “bergaulnya”? Duh, pasti sebal ya!

Rena sudah tak tahan lagi menghadapi segala tingkah laku dan kegiatan suaminya yang makin gila dugem dan selalu mengikuti lifestyle kalangan jet set. Bukan karena Rena tak suka penampilan suaminya yang metroseksual dan punya jaringan luas di dunia bergaulnya itu.

Semua biaya yang harus dikeluarkannya itu bukan berasal dari kantong suaminya, melainkan dari dompetnya. Lho, kok bisa? Ya, sebagai manager di perusahaan terkemuka, penghasilan Rena memang tergolong besar, bahkan jauh melebihi gaji suaminya.

Dan sebagai pasangan yang telah menikah lebih dari 5 tahun, berbagi dalam segala hal tentu sudah selayaknya. Termasuk urusan berbagi penghasilan. Bila Anda pernah mendengar istilah, “ Uangmu, uangku juga. Tapi uangku, ya tetap uang ku”, mungkin tak berlaku bagi Rena. Yang berlaku baginya, “Uangku adalah gaya hidupsuamiku!”

Bila menghadapi hal serupa Rena, tentulah Anda akan mulai berpikir keras, terutama bila Read the rest of this entry »





Jadilah si Serba Bisa (part 2)

4 06 2009

http://www.tabloidnova.com/Nova2/Karier/Pengembangan-Diri/Jadilah-si-Serba-Bisa!-2

Perlukah Asisten Pribadi?
Banyak orang mungkin menganggap, akan membuang uang saja bila harus benar-benar punya asisten pribadi. Atau, bisa juga Anda akan berpikir, “Ah, seperti artis saja punya asisten segala!”
Tenang dulu, asisten yang dimaksudkan bukanlah layaknya seorang asisten manajer yang harus lulusan S-1 dan bergaji besar. Asisten adalah orang kepercayaan yang bisa Anda andalkan untuk membantu pekerjaan harian, baik di rumah maupun di luar rumah.
Bila Anda mempunyai sopir atau pembantu rumah tangga, jangan jadikan mereka sekadar pekerja saja. Ajarkan dan didik perlahan-lahan sehingga mereka bisa dipercaya dan diandalkan. Misalnya, jadikan sopir Anda sebagai penjemput tetap anak-anak ke dan dari sekolah, les, atau aktivitas lainnya.

Ilustrasi (Foto: Adrianus Adrianto/NOVA)

Begitu pula dengan pembantu rumah tangga. Buatlah daftar rutinitas yang menjadi kewajibannya setiap hari di rumah. Buatlah menu harian yang mesti ia buat untuk keluarga, atau apa saja yang perlu ia siapkan agar pulang ke rumah, Anda tinggal menghangatkan masakan saja. Read the rest of this entry »





Jadilah si Serba Bisa (part 1)

4 06 2009

Artikel Tabloid Nova, edisi 1 Juni 09 oleh Afra Mayriani http://www.tabloidnova.com/Nova2/Karier/Pengembangan-Diri/Jadilah-si-Serba-Bisa-1

 

image from: inpirationonline.com

image from: inpirationonline.com

Sudah bukan zamannya peran wanita hanya terbatas pada urusan rumah tangga atau dapur saja. Kini peran wanita sudah semakin luas dan lebar. Tak sedikit wanita yang telah mulai merambah di setiap bidang pekerjaan. Bahkan, tak sedikit pula wanita yang telah berhasil mencapai posisi karier yang tak kalah dengan kaum Adam di bidangnya.

Namun, bukan berarti menjadi wanita yang pintar dan serba bisa di zaman ini, lantas bisa seenaknya bersikap. Meski sukses di karier, wanita tetap diciptakan sebagai ratu dalam rumah tangganya.

Wanita layaknya manajer yang dituntut dapat mengelola rumah tangga, juga anak-anak. Jadi, bukan berarti bila memiliki aktifitas luar rumah, lalu Anda berhak untuk meninggalkan keluarga, atau cuek dan masa bodoh dengan urusan rumah tangga.

Nah, simak sejumlah tips berikut yang dapat membantu Anda mengatur waktu agar menjadi wanita serba bisa di era super sibuk seperti saat ini: Read the rest of this entry »





Trik Hadapi Bawahan Bandel (part 2)

4 06 2009

image from: pro.corbis.com

image from: pro.corbis.com

3. Bicarakan Baik-Baik
Bila salah satu staf Anda mulai membandel dan malas-malasan datang ke kantor, banyak izin, sering mangkir dari tugas, ini merupakan lampu kuning bagi Anda. Pekerja yang memiliki pola karakter demikian adalah pekerja yang tak respek kepada Anda sebagai atasan dengan baik.

Tipe ini adalah tipe pekerja yang menggampangkan. Bisa saja, sosok ini adalah teman baik atau tipe orang yang merasa sudah dekat dan menganggap Anda adalah tipe Read the rest of this entry »





Trik Hadapi Bawahan Bandel (part 1)

4 06 2009

Artikel untuk tabloid Nova edisi May 09 oleh Afra Mayriani – http://www.tabloidnova.com/Nova2/Karier/Konflik-Kantor/Trik-Hadapi-Bawahan-Bandel-1

 

image from: procorbis.com

image from: procorbis.com

Sebagai atasan, Anda dituntut tak saja profesional menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi kewajiban di kantor. Namun, Anda juga harus memiliki integritas jiwa seorang pemimpin yang baik dan handal dalam mengatur tim di divisi Anda.

Mengatur orang banyak tentunya berbeda dengan mengatur diri sendiri dan pekerjaan yang menumpuk. Setiap orang memiliki karakternya sendiri-sendiri. Semua tipe orang pun tak bisa 100 persen sesuai dengan keinginan dan kemauan Anda, bukan?

Tentunya, dalam perjalanan karier Anda dalam memimpin sebuah tim kerja di sebuah perusahaan, kemungkinan besar akan menjumpai tipe-tipe pekerja yang bermacam-macam karakternya. Ada yang kurang menyenangkan, atau bahkan membawa pengaruh negatif bagi perkembangan lingkungan kerja di divisi Anda. Nah, berikut ada sejumlah kiat untuk mengatasi bawahan yang membandel!

1. Pantau Terus Pekerjaannya
Bila Anda memiliki bawahan yang dapat dikatakan “hangat-hangat tahi ayam” alias bekerja tidak penuh secara profesional, melainkan sesuai dengan mood-nya saja. Maka, Anda harus mengambil langkah secara cermat, tanpa diketahui olehnya secara terang-terangan.
Bagaimana caranya? Pantaulah terus pekerjaan dan kinerjanya setiap minggu. Beri ia tugas-tugas yang sedikit lebih menantang dibanding biasanya. Mungkin saja, aksi “hangat-hangat tahi ayam” yang dimilikinya dikarenakan tugas-tugas yang diberikan tak lagi menantang buatnya.
Dengan memantau kinerjanya secara mingguan, dengan memberikan tugas-tugas yang lebih penting, Anda bisa sekaligus memancingnya untuk mengeluarkan segala kemampuan positifnya yang mungkin saja terpendam.

2. Beri Motivasi
Motivasi diperlukan oleh semua orang, siapapun ia dan apapun pekerjaannya, dalam kehidupan ini. Manusia mana yang tak memerlukan motivasi? Motivasi bagaikan siraman air dingin yang dapat menyegarkan, sekaligus mengingatkan kembali akan tujuan hidup seseorang, dan hal itu bisa saja menjadi tujuan karier yang dicita-citakan.
Sebagai atasan, Anda dituntut untuk tidak saja cakap memimpin, tapi juga mau belajar bagaimana cara menciptakan suatu motivasi positif bagi setiap bawahan di tempat kerja. Banyak jalan bila Anda ingin meningkatkan motivasi seseorang agar kinerjanya meningkat.
Anda dapat mengajak satu tim kerja mengikuti seminar bersama, disertai acara outbond atau tantangan alam. Tujuannya, tak lain untuk menciptakan motivasi kerja baru bagi setiap bawahan yang mungkin saja sudah jenuh dengan rutinitas kerja harian.
Selain itu, Anda akan mendapat manfaat lain, yakni mempererat hubungan kerja di dalam suatu tim. Sehingga, tak ada gosip atau pembicaraan negatif, Anda adalah atasan yang buruk. Jadikan semua tim respek terhadap Anda, bukan karena takut saat Anda marah. Tetapi lebih kepada rasa menghargai, karena Anda temasuk tipe atasan yang baik dan selalu memikirkan bawahannya.

 

-am-