Tipe Supermom yang Mana?

23 02 2011

foto:getty images

Intip karakter kepribadian sebagai seorang ibu lewat kuis ini, yuk! Jadikan hasilnya untuk memahami nilai kekuatan Anda sebagai seorang ibu.

Read the rest of this entry »





Good Spender (artikel anak) bag 2

5 10 2010

artikel NOVA edisi sept 2010 oleh afra mayriani

Foto: Getty Images

Asyiknya Belanja

Ketika Anda sekeluarga berbelanja di pusat perbelanjaan, ambillah peran untuk sekaligus mengajari Si Kecil. Tunjukkan kepadanya, bahwa ketika Anda di toko dan membeli, maka Anda diwajibkan membayar ke kasir setiap barang yang dibeli. Biasanya hal ini dapat Anda ajarkan kepada anak ketika sudah memasuki usia TK.

Berikan informasi, di mana Anda dapat melihat label harga dan berapa uang yang dianggarkan untuk belanja kala itu. Sehingga, ketika anak mengambil barang melebihi budget , ia bisa beralih mencari barang lain dengan harga sesuai anggaran yang disediakan orang tuanya. Lalu, berikan uang tersebut kepada Si Anak langsung, temani ia berjalan menuju kasir untuk membayarnya. Dengan demikian, secara bertahap buah hati Anda akan mulai mengerti makna membelanjakan uang sesuai anggaran yang diberikan.

Lalu, bagaimana jika buah hati menginginkan mainan atau barang yang harganya lebih tinggi dari anggaran dan tetap memaksa? Jangan panik, Bunda. Karena dengan Anda panik, maka uang tambahan akan lebih mudah keluar. Pemahaman yang sampai di benak anak adalah belanja melebihi budget  adalah hal yang normal, toh ada orang tua yang akan menambahkan uangnya. Stop! Jangan diteruskan Bunda. Berikan pengertian dengan lembut bahwa Si Kecil akan dapat membeli mainan favoritnya itu setelah ia dapat mengumpulkan hadiah/reward  hariannya. Saat itu, ajaklah ia untuk belajar menganalisa berapa uang yang disediakan dan bantu ia untuk menemukan mainan/barang serupa dengan harga yang sesuai.

Duh, Jangan Pelit Dong, Sayang

Tidak sedikit pula ketika Si Kecil sedang memiliki uang banyak, seperti halnya di hari Lebaran atau Natal ketika semua saudara memberinya rejeki tersebut, anak justru mengeluarkan sikap pelitnya. Tidak mau sama sekali mempergunakan uangnya untuk keperluan belanjanya.

Ketika ingin sesuatu, tetap saja meminta kepada Anda. Kalau sudah begitu apa yang musti dilakukan ya, Bunda? Read the rest of this entry »





Jadilah si Serba Bisa (part 1)

4 06 2009

Artikel Tabloid Nova, edisi 1 Juni 09 oleh Afra Mayriani http://www.tabloidnova.com/Nova2/Karier/Pengembangan-Diri/Jadilah-si-Serba-Bisa-1

 

image from: inpirationonline.com

image from: inpirationonline.com

Sudah bukan zamannya peran wanita hanya terbatas pada urusan rumah tangga atau dapur saja. Kini peran wanita sudah semakin luas dan lebar. Tak sedikit wanita yang telah mulai merambah di setiap bidang pekerjaan. Bahkan, tak sedikit pula wanita yang telah berhasil mencapai posisi karier yang tak kalah dengan kaum Adam di bidangnya.

Namun, bukan berarti menjadi wanita yang pintar dan serba bisa di zaman ini, lantas bisa seenaknya bersikap. Meski sukses di karier, wanita tetap diciptakan sebagai ratu dalam rumah tangganya.

Wanita layaknya manajer yang dituntut dapat mengelola rumah tangga, juga anak-anak. Jadi, bukan berarti bila memiliki aktifitas luar rumah, lalu Anda berhak untuk meninggalkan keluarga, atau cuek dan masa bodoh dengan urusan rumah tangga.

Nah, simak sejumlah tips berikut yang dapat membantu Anda mengatur waktu agar menjadi wanita serba bisa di era super sibuk seperti saat ini: Read the rest of this entry »





Bahayanya Pilih Kasih Pada Anak

28 10 2008

Coba perhatikan, sikap apa yang akan anak Anda tunjukkan bila ia mendapat perlakuan pilih kasih dari orangtuanya?

Tak ada manusia yang sempurna, demikian juga dengan Anda sebagai orangtua. Bagi Anda yang memiliki buah hati lebih dari satu, tentu saja secara manusiawi tak mungkin dapat membagi kasih sayang secara merata kepada Si Kecil satu demi satu.

Terkadang, kesibukan yang melanda Anda dan pasangan sehari-hari, tidak memungkinkan bagi Anda berdua mempunyai waktu yang cukup untuk mengenal kepribadian setiap buah hati. Padahal, walaupun lahir dari rahim yang sama, buah hati sama halnya dengan setiap manusia yang memiliki perbedaan-perbedaannya tersendiri. Kelebihan pasti dibarengi dengan kelemahan.

Salah satu contohnya bisa dilihat pada anak-anak yang dilahirkan kembar. Seringkali Anda sebagai orangtua terkecoh dengan kemiripan yang hampir serupa dari segi paras dan postur sang anak. Semua pakaian diberikan yang sama persis agar tak ada salah satu yang menunjukkan rasa iri terhadap yang lain.

Sebetulnya, justru ada yang terlewatkan oleh Anda sebagai orangtua, walaupun secara biologis dapat dikatakan anak kembar indetik memiliki kesamaan nyaris 100 persen, namun sebagai seorang individu – sekalipun mereka terlahir sebagai anak kembar – tidak memiliki kepribadian yang sama.

Masing-masing dari mereka pasti memiliki keunikan dan kelebihan, sekaligus kekurangannya sendiri. Uniknya, mereka saling melengkapi. Itulah azas utama dari penciptaan manusia oleh Sang Pencipta.

Tak sedikit orangtua yang memperlakukan setiap buah hatinya berbeda-beda. Ada orangtua yang memberikan perilaku sangat istimewa hanya pada salah satu buah hatinya saja karena ia adalah anak lelaki pertama dalam keluarga, atau buah hati tadi memiliki kekurangan dibandingkan saudaranya yang lain.

Padahal, dengan memberikan kasih sayang yang berbeda justru akan membuat pertumbuhan psikis maupun perkembangan kejiwaan sang buah hati menjadi tak seimbang. Mengapa demikian? Jangan mengira anak-anak tak akan pernah tahu perbedaan yang Anda berikan, walaupun saat itu mereka masih dianggap terlalu kecil untuk mengetahui ini dan itu, perilaku dari kedua orangtuanya.

Nah, berikut ini adalah kiat-kiat bagi para orangtua agar tidak pernah salah langkah dalam memperlakukan buah hati Anda secara adil, dan dalam kadar kasih sayang yang sama! Read the rest of this entry »





Duh, Si Kecil Tak Naik Kelas?

4 07 2008

Artikel saya ini telah dimuat di Tabloid Nova, edisi Senin 30 Juni – 6 Juli 2008

http://www.tabloidnova.com/article.php?name=/duh-si-kecil-tak-naik-kelas&channel=keluarga%2Fanak

              Jangan panik atau marah, jika si Kecil ternyata tak lulus ujian atau tinggal kelas. Sebaiknya, Anda memahami apa yang terjadi pada si buah hati.

               Jika Anda pernah menonton film Kung Fu Panda, tentu akan teringat pada perkataan Master Kung Fu Kura Kura Tua bernama Oogway, mengenai pepatah bijak, “Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, namun hari ini adalah anugerah”.

                Dan salah satu bentuk anugerah dalam hidup ini adalah kehadiran seorang anak yang dititipkan Tuhan kepada Anda. Dimanapun, anak akan menjadi sumber kebahagiaan setiap orangtuanya. Sumber kebahagiaan yang mendatangkan kebanggaan. Siapa yang tak bangga, memiliki buah hati yang manis, lucu, pintar, penurut, dan memiliki budi pekerti yang baik pula. Namun, apa yang terjadi jika anak yang Anda banggakan, sejak masih dalam proses penciptaan dalam rahim, tidak naik kelas?

                Tak sedikit orangtua yang menaruh harapan-harapan pribadinya pada diri sang anak. Anak harus taat dan menurut, serta mengerti kehendak orangtuanya, yang sebenarnya dimaksudkan demi kebaikan sang buah hati sendiri.

                Sebagai orangtua, Anda mungkin sering lupa, anak-anak adalah sosok individu yang juga memiliki kebebasan di dalam dirinya untuk berkembang. Dan, di dalam proses tumbah kembangnya itu, tentu tak semuanya akan berjalan mulus atau sesuai dengan kehendak orangtua, bahkan kehendak kehendak dari sang buah hati sendiri.

                Agar Anda tak menunjukkan sikap berlebihan saat menghadapi Si Kecil tinggal kelas atau tak lulus ujian sekolah, berikut tipsnya:

Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.