artikel NOVA edisi sept 2010 oleh afra mayriani
Foto: Getty Images
Asyiknya Belanja
Ketika Anda sekeluarga berbelanja di pusat perbelanjaan, ambillah peran untuk sekaligus mengajari Si Kecil. Tunjukkan kepadanya, bahwa ketika Anda di toko dan membeli, maka Anda diwajibkan membayar ke kasir setiap barang yang dibeli. Biasanya hal ini dapat Anda ajarkan kepada anak ketika sudah memasuki usia TK.
Berikan informasi, di mana Anda dapat melihat label harga dan berapa uang yang dianggarkan untuk belanja kala itu. Sehingga, ketika anak mengambil barang melebihi budget , ia bisa beralih mencari barang lain dengan harga sesuai anggaran yang disediakan orang tuanya. Lalu, berikan uang tersebut kepada Si Anak langsung, temani ia berjalan menuju kasir untuk membayarnya. Dengan demikian, secara bertahap buah hati Anda akan mulai mengerti makna membelanjakan uang sesuai anggaran yang diberikan.
Lalu, bagaimana jika buah hati menginginkan mainan atau barang yang harganya lebih tinggi dari anggaran dan tetap memaksa? Jangan panik, Bunda. Karena dengan Anda panik, maka uang tambahan akan lebih mudah keluar. Pemahaman yang sampai di benak anak adalah belanja melebihi budget adalah hal yang normal, toh ada orang tua yang akan menambahkan uangnya. Stop! Jangan diteruskan Bunda. Berikan pengertian dengan lembut bahwa Si Kecil akan dapat membeli mainan favoritnya itu setelah ia dapat mengumpulkan hadiah/reward hariannya. Saat itu, ajaklah ia untuk belajar menganalisa berapa uang yang disediakan dan bantu ia untuk menemukan mainan/barang serupa dengan harga yang sesuai.
Duh, Jangan Pelit Dong, Sayang
Tidak sedikit pula ketika Si Kecil sedang memiliki uang banyak, seperti halnya di hari Lebaran atau Natal ketika semua saudara memberinya rejeki tersebut, anak justru mengeluarkan sikap pelitnya. Tidak mau sama sekali mempergunakan uangnya untuk keperluan belanjanya.
Ketika ingin sesuatu, tetap saja meminta kepada Anda. Kalau sudah begitu apa yang musti dilakukan ya, Bunda? Read the rest of this entry »
Recent Comments