Tipe Supermom yang Mana?

23 02 2011

foto:getty images

Intip karakter kepribadian sebagai seorang ibu lewat kuis ini, yuk! Jadikan hasilnya untuk memahami nilai kekuatan Anda sebagai seorang ibu.

Read the rest of this entry »





Seni Bertengkar (bag 2)

10 11 2010
Artikel oleh: Afra Mayriani – tabloid Nova

                                                                                                                            

You’re My Best Friend!

Tidak semua teman dekat dari suami atau sahabat Anda cocok dengan Anda ataupun suami, bukan? Tidak sedikit juga, suami yang memiliki sahabat karib wanita, akan membandingkan Anda dengan sahabatnya yang telah dikenalkan jauh lebih dulu dari Anda. Dan, banyak juga dari suami yang biasanya tetap memberlakukan Anda sebagai istri, bukan sahabat tempat curhat seperti pada teman karibnya itu. Pastinya, Anda akan kesal karena dan merasa disepelekan bahkan muncul rasa cemburu berlebihan. Apalagi Anda dan sahabatnya bergender sama.

 Solusinya:  

Stop pikiran-pikiran negatif Anda karena akan mengotori akal waras Anda pada akhirnya. Bila Anda sudah kenal sebelumnya dengan sahabat suami, maka akan sangat baik bila Anda juga bersahabat dengannya. Bila belum, mintalah kepada suami untuk mengenalkannya. Undanglah sahabat ke rumah sehingga Anda bisa mengenalnya lebih jauh.

Nah, secara bertahap mulailah menjadikan suami Read the rest of this entry »





Seni Bertengkar (Bag 1)

10 11 2010
Artikel oleh: Afra Mayriani – tabloid Nova
Mungkinkah menjadikan pertengkaran sebagai salah satu lem perekat hubungan agar makin mesra dan saling memahami dengan pasangan?

Perbedaan yang diwujudkan dalam pertengkaran atau perdebatan, merupakan bumbu-bumbu penyedap yang memiliki esensi dalam hubungan itu sendiri. Bukan justru menjadi jurang pemisah di antara kedua insan. Simak beberapa hal yang dapat memicu perbedaan yang ada dalam suatu hubungan menjadi sebuah pertengkaran dalam rumah tangga: Read the rest of this entry »





Good Spender (artikel anak) bag 2

5 10 2010

artikel NOVA edisi sept 2010 oleh afra mayriani

Foto: Getty Images

Asyiknya Belanja

Ketika Anda sekeluarga berbelanja di pusat perbelanjaan, ambillah peran untuk sekaligus mengajari Si Kecil. Tunjukkan kepadanya, bahwa ketika Anda di toko dan membeli, maka Anda diwajibkan membayar ke kasir setiap barang yang dibeli. Biasanya hal ini dapat Anda ajarkan kepada anak ketika sudah memasuki usia TK.

Berikan informasi, di mana Anda dapat melihat label harga dan berapa uang yang dianggarkan untuk belanja kala itu. Sehingga, ketika anak mengambil barang melebihi budget , ia bisa beralih mencari barang lain dengan harga sesuai anggaran yang disediakan orang tuanya. Lalu, berikan uang tersebut kepada Si Anak langsung, temani ia berjalan menuju kasir untuk membayarnya. Dengan demikian, secara bertahap buah hati Anda akan mulai mengerti makna membelanjakan uang sesuai anggaran yang diberikan.

Lalu, bagaimana jika buah hati menginginkan mainan atau barang yang harganya lebih tinggi dari anggaran dan tetap memaksa? Jangan panik, Bunda. Karena dengan Anda panik, maka uang tambahan akan lebih mudah keluar. Pemahaman yang sampai di benak anak adalah belanja melebihi budget  adalah hal yang normal, toh ada orang tua yang akan menambahkan uangnya. Stop! Jangan diteruskan Bunda. Berikan pengertian dengan lembut bahwa Si Kecil akan dapat membeli mainan favoritnya itu setelah ia dapat mengumpulkan hadiah/reward  hariannya. Saat itu, ajaklah ia untuk belajar menganalisa berapa uang yang disediakan dan bantu ia untuk menemukan mainan/barang serupa dengan harga yang sesuai.

Duh, Jangan Pelit Dong, Sayang

Tidak sedikit pula ketika Si Kecil sedang memiliki uang banyak, seperti halnya di hari Lebaran atau Natal ketika semua saudara memberinya rejeki tersebut, anak justru mengeluarkan sikap pelitnya. Tidak mau sama sekali mempergunakan uangnya untuk keperluan belanjanya.

Ketika ingin sesuatu, tetap saja meminta kepada Anda. Kalau sudah begitu apa yang musti dilakukan ya, Bunda? Read the rest of this entry »





Good Spender Sejak Dini (artikel anak) bag 1

5 10 2010

artikel tabloid nova-sept 2010 oleh afra mayriani

Foto: Getty Images

Menabung memang penting, tapi membelanjakan uang dengan bijak sekaligus mengenalkan fungsi dan artinya juga tak kalah penting.

Bunda Rico merasa gemas ketika sedang berada di sebual mal, Rico anak sulungnya yang telah duduk di bangku kelas 4 SD langsung menyambar masuk ke sebuah toko, mencoba dan mengambil sepasang sepatu favoritnya. Padahal, harga sepatu tersebut lumayan mahal dan Bundanya tidak membawa uang cash  cukup saat itu. Terpaksa, Bunda Rico pun harus menggesekkan kartu kreditnya.

Rico belum mengerti bahwa saat ia menyambar langsung sepasang sepatu, bahwa ia harus membayarnya dengan uang. Nah, para orang tua pasti pernah mengalami kejadian seperti ini. Untung saja di tas Bunda Rico masih membawa kartu kredit. Bisa dibayangkan jika toko tersebut mewajibkan pembayaran dengan uang tunai, pastinya akan lebih sulit memberikan pengertian pada anak-anak ketika sudah di dalam toko.

Intinya, sebagai orang tua yang selalu bersama dengan anak-anak, ada baiknya memperkenalkan uang kepada mereka sejak dini. Tak hanya mengenai pentingnya menabung, tapi juga mengenalkan arti uang sebagai alat pembayaran sehingga Si Kecil bisa paham cara membelanjakan uangnya dengan bijak. Berikut adalah tips yang dapat Anda lakukan agar anak-anak Anda dapat mulai diperkenalkan pada alat penukaran bernama uang: Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.