How Bad Dealing with Hard Person at Work

16 12 2009

“Sometimes you want to give up when you find very difficult person to handling… but if run can solve your problem, why not?!

Duuh, bete rasanya kalau dalam pekerjaan kita bertemu dan harus berurusan secara intens dengan orang-orang yang sangat sulit. Bukan sulit saja, tapi ada juga lho yang luarrrr biasa sulit. Kadang kita perlu memahami betul, apa sih yang sebenarnya orang ini mau dari kita…

Apalagi kalau setiap ketemu bawaannya bete terus dan sangat susah senyum. Terkadang memang sih, manusia seringnya lupa, kalau senyum itu bagian dari ibadah. Tidak ada sulitnya senyum lho, apalagi dengan senyum kita bisa saja turut berperan dalam membahagiakan orang di sekitar kita. Tetapi, ada satu pertanyaan, kalau orang sudah sulit senyum tiap harinya, mengapa ya??? Mungkin Anda bisa memberi saya informasi lebih lagi mengenai hal ini J

Apakah Anda pernah merasa rasanya ingin menyerah saja bila bertemu dan berurusan dengan tipe orang sulit semacam ini? Saya pernah mengalaminya. Rasanya luar biasa challanging. Siap-siap, hari Anda berubah jadi cloudy. Weit, tunggu dulu! Jangan mau dikalahkan situasi seperti ini. Tetap tersenyum walau lawan kita akan tambah merengut dan merasa kita adalah “orang gila” karena senyum-senyum mulu. At least, bisa dibilang, dari pada merengut mulu dan pelit senyum, lebih baik warnai hari sesulit apapun dengan senyum. Artinya ya – iklas juga.

Memiliki pengalaman pribadi bertemu dengan orang sulit semacam ini, walau kadang sangat menyebalkan di hati, tapi jangan dibawa emosi dulu. Rugi sendiri. Karena toh tidak ada hubungannya dengan masalah pribadi, semua berkaitan dengan pekerjaan yang  sedang dilakukan. Kalau saya, justru malah jadi lelucon, bahkan memicu adrenalin untuk mencari tahu dan menuliskan di buku berikutnya. Kenapa sih kok orang menjadikan dirinya sebagai “orang sulit”. Sedikit info yang saya berhasil temui, orang-orang sulit semacam ini ternyata bukan tipe easygoing person, introvert dan kurang bergaul secara luas dengan berbagai kalangan. Kalau ngomong aja sulit nyantai, gimana mau berinteraksi dengan banyak orang dari beragam kalangan… susah, bukan. Tipe seperti ini mungkin juga cenderung ingin dihormati layaknya presiden. Dielu-elukan oleh orang lain. Jadi siap-siap bagi Anda yang akan bertemu dengan tipe semacam ini dalam pekerjaan. Biasanya mereka akan sulit meminjamkan telinganya sebentar mendengarkan penjelasan Anda dan berusaha memahami kembali apa yang menjadi kendala kerja Anda. Stimulasi superior akan Anda rasakan begitu terlibat dalam diskusi panjang, tanpa ada solusi yang dapat mengakomodinir tujuan Anda berdua. Yang ada hanyalah order, order dan order.

Nah, jangan patah semangat ya, kawan. Tetap optimis. Karena di dunia ini terdiri dari banyak orang kok. Dari 1 orang seperti itu, Anda akan menemui 100 lainnya yang menyenangkan dan kooperatif. So, dunia belum berakhir. Jangan jadikan tipe orang sulit tersebut menghalangi pekerjaan Anda apalagi menjadikan hari Anda buruk. No Way! Ambil saja sisi optimisnya untuk diri sendiri, mungkin kita harus mengasihani orang sulit tersebut, sebab bisa saja hidupnya sendiri kurang bahagia…

[am]





7 Trik Ciptakan Jejaring

27 07 2009
faculty.msb.edu

faculty.msb.edu

www.tabloidnova.com penulis: Afra Mayriani

Jejaring sangatlah diperlukan dalam berinteraksi, dari dunia pergaulan hingga dunia pekerjaan.

Menciptakan networking atau jejaring memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Bisa jadi banyak di antara Anda yang masih merasa kesulitan untuk menciptakan jejaring di dunia kerja. Sebab, untuk menciptakan hingga memiliki jejaring yang benar-benar bagus dan berguna bagi diri Anda haruslah diikuti dengan kiat-kiat khusus. Berikut triknya: Read the rest of this entry »





Suami Gaul Istri Masygul

27 07 2009

www. tabloidnova.com – penulis: Afra Mayriani – Juli 2009

bigfuntown.com

bigfuntown.com

 

Apakah Si Dia selalu memanfaatkan isi dompet Anda untuk mendukung aktivitas “bergaulnya”? Duh, pasti sebal ya!

Rena sudah tak tahan lagi menghadapi segala tingkah laku dan kegiatan suaminya yang makin gila dugem dan selalu mengikuti lifestyle kalangan jet set. Bukan karena Rena tak suka penampilan suaminya yang metroseksual dan punya jaringan luas di dunia bergaulnya itu.

Semua biaya yang harus dikeluarkannya itu bukan berasal dari kantong suaminya, melainkan dari dompetnya. Lho, kok bisa? Ya, sebagai manager di perusahaan terkemuka, penghasilan Rena memang tergolong besar, bahkan jauh melebihi gaji suaminya.

Dan sebagai pasangan yang telah menikah lebih dari 5 tahun, berbagi dalam segala hal tentu sudah selayaknya. Termasuk urusan berbagi penghasilan. Bila Anda pernah mendengar istilah, “ Uangmu, uangku juga. Tapi uangku, ya tetap uang ku”, mungkin tak berlaku bagi Rena. Yang berlaku baginya, “Uangku adalah gaya hidupsuamiku!”

Bila menghadapi hal serupa Rena, tentulah Anda akan mulai berpikir keras, terutama bila Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.