6 Langkah Jadi Atasan Bijak

12 03 2010

Artikel tabloid Nova 10 Feb 2010 by afra mayriani

Foto: Eng Naftali/Nova

Sebagai atasan, Anda adalah sosok yang selaiknya dihormati dan mendapat respek dari karyawan. Respek berbeda dengan rasa takut. Anda tentu akan lebih senang jika respek itu diberikan secara tulus dan tepat, daripada hanya sekadar disegani atau ditakuti bawahan.

Jangan sampai Anda dikenal sebagai bos yang tak toleran, suka marah-marah, atau terlalu subyektif. Nah, berikut sejumlah tips agar Anda menjadi atasan yang bijak dan disayang rekan kerja. Read the rest of this entry »





How Bad Dealing with Hard Person at Work

16 12 2009

“Sometimes you want to give up when you find very difficult person to handling… but if run can solve your problem, why not?!

Duuh, bete rasanya kalau dalam pekerjaan kita bertemu dan harus berurusan secara intens dengan orang-orang yang sangat sulit. Bukan sulit saja, tapi ada juga lho yang luarrrr biasa sulit. Kadang kita perlu memahami betul, apa sih yang sebenarnya orang ini mau dari kita…

Apalagi kalau setiap ketemu bawaannya bete terus dan sangat susah senyum. Terkadang memang sih, manusia seringnya lupa, kalau senyum itu bagian dari ibadah. Tidak ada sulitnya senyum lho, apalagi dengan senyum kita bisa saja turut berperan dalam membahagiakan orang di sekitar kita. Tetapi, ada satu pertanyaan, kalau orang sudah sulit senyum tiap harinya, mengapa ya??? Mungkin Anda bisa memberi saya informasi lebih lagi mengenai hal ini J

Apakah Anda pernah merasa rasanya ingin menyerah saja bila bertemu dan berurusan dengan tipe orang sulit semacam ini? Saya pernah mengalaminya. Rasanya luar biasa challanging. Siap-siap, hari Anda berubah jadi cloudy. Weit, tunggu dulu! Jangan mau dikalahkan situasi seperti ini. Tetap tersenyum walau lawan kita akan tambah merengut dan merasa kita adalah “orang gila” karena senyum-senyum mulu. At least, bisa dibilang, dari pada merengut mulu dan pelit senyum, lebih baik warnai hari sesulit apapun dengan senyum. Artinya ya – iklas juga.

Memiliki pengalaman pribadi bertemu dengan orang sulit semacam ini, walau kadang sangat menyebalkan di hati, tapi jangan dibawa emosi dulu. Rugi sendiri. Karena toh tidak ada hubungannya dengan masalah pribadi, semua berkaitan dengan pekerjaan yang  sedang dilakukan. Kalau saya, justru malah jadi lelucon, bahkan memicu adrenalin untuk mencari tahu dan menuliskan di buku berikutnya. Kenapa sih kok orang menjadikan dirinya sebagai “orang sulit”. Sedikit info yang saya berhasil temui, orang-orang sulit semacam ini ternyata bukan tipe easygoing person, introvert dan kurang bergaul secara luas dengan berbagai kalangan. Kalau ngomong aja sulit nyantai, gimana mau berinteraksi dengan banyak orang dari beragam kalangan… susah, bukan. Tipe seperti ini mungkin juga cenderung ingin dihormati layaknya presiden. Dielu-elukan oleh orang lain. Jadi siap-siap bagi Anda yang akan bertemu dengan tipe semacam ini dalam pekerjaan. Biasanya mereka akan sulit meminjamkan telinganya sebentar mendengarkan penjelasan Anda dan berusaha memahami kembali apa yang menjadi kendala kerja Anda. Stimulasi superior akan Anda rasakan begitu terlibat dalam diskusi panjang, tanpa ada solusi yang dapat mengakomodinir tujuan Anda berdua. Yang ada hanyalah order, order dan order.

Nah, jangan patah semangat ya, kawan. Tetap optimis. Karena di dunia ini terdiri dari banyak orang kok. Dari 1 orang seperti itu, Anda akan menemui 100 lainnya yang menyenangkan dan kooperatif. So, dunia belum berakhir. Jangan jadikan tipe orang sulit tersebut menghalangi pekerjaan Anda apalagi menjadikan hari Anda buruk. No Way! Ambil saja sisi optimisnya untuk diri sendiri, mungkin kita harus mengasihani orang sulit tersebut, sebab bisa saja hidupnya sendiri kurang bahagia…

[am]





Tetap Prima Bekerja Saat Hamil

30 10 2009

Artikel Tabloid Nova, Edisi Oktober. Penulis oleh: Afra Mayriani

 

Apa yang harus diperhatikan agar tetap menampilkan performa kerja yang baik selama mengandung? Intip kiat berikut, yuk!

Di saat hamil, tubuh wanita akan dipenuhi aneka gejala yang dirasa kurang menyenangkan. Seperti “morning sickness”, ingin tidur terus, malas beraktivitas, malas makan, mual dan muntah, dan lainnya.

Terutama di trimester I, Anda biasanya menghadapi ‘morning sick’. Memang, tak semua wanita mengalami hal yang dirasa kurang bersahabat tadi.

Namun, kebanyakan wanita mengalaminya dan hal ini tentu akan mempengaruhi pikiran, psikologis, termasuk kinerja Anda sebagai wanita aktif. Nah, agar Anda yang sedang hamil tetap bisa bekerja secara aktif selama masa kehamilan, ikuti kiat berikut!


Read the rest of this entry »





7 Trik Ciptakan Jejaring

27 07 2009
faculty.msb.edu

faculty.msb.edu

www.tabloidnova.com penulis: Afra Mayriani

Jejaring sangatlah diperlukan dalam berinteraksi, dari dunia pergaulan hingga dunia pekerjaan.

Menciptakan networking atau jejaring memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Bisa jadi banyak di antara Anda yang masih merasa kesulitan untuk menciptakan jejaring di dunia kerja. Sebab, untuk menciptakan hingga memiliki jejaring yang benar-benar bagus dan berguna bagi diri Anda haruslah diikuti dengan kiat-kiat khusus. Berikut triknya: Read the rest of this entry »





Trik Hadapi Bawahan Bandel (part 1)

4 06 2009

Artikel untuk tabloid Nova edisi May 09 oleh Afra Mayriani – http://www.tabloidnova.com/Nova2/Karier/Konflik-Kantor/Trik-Hadapi-Bawahan-Bandel-1

 

image from: procorbis.com

image from: procorbis.com

Sebagai atasan, Anda dituntut tak saja profesional menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi kewajiban di kantor. Namun, Anda juga harus memiliki integritas jiwa seorang pemimpin yang baik dan handal dalam mengatur tim di divisi Anda.

Mengatur orang banyak tentunya berbeda dengan mengatur diri sendiri dan pekerjaan yang menumpuk. Setiap orang memiliki karakternya sendiri-sendiri. Semua tipe orang pun tak bisa 100 persen sesuai dengan keinginan dan kemauan Anda, bukan?

Tentunya, dalam perjalanan karier Anda dalam memimpin sebuah tim kerja di sebuah perusahaan, kemungkinan besar akan menjumpai tipe-tipe pekerja yang bermacam-macam karakternya. Ada yang kurang menyenangkan, atau bahkan membawa pengaruh negatif bagi perkembangan lingkungan kerja di divisi Anda. Nah, berikut ada sejumlah kiat untuk mengatasi bawahan yang membandel!

1. Pantau Terus Pekerjaannya
Bila Anda memiliki bawahan yang dapat dikatakan “hangat-hangat tahi ayam” alias bekerja tidak penuh secara profesional, melainkan sesuai dengan mood-nya saja. Maka, Anda harus mengambil langkah secara cermat, tanpa diketahui olehnya secara terang-terangan.
Bagaimana caranya? Pantaulah terus pekerjaan dan kinerjanya setiap minggu. Beri ia tugas-tugas yang sedikit lebih menantang dibanding biasanya. Mungkin saja, aksi “hangat-hangat tahi ayam” yang dimilikinya dikarenakan tugas-tugas yang diberikan tak lagi menantang buatnya.
Dengan memantau kinerjanya secara mingguan, dengan memberikan tugas-tugas yang lebih penting, Anda bisa sekaligus memancingnya untuk mengeluarkan segala kemampuan positifnya yang mungkin saja terpendam.

2. Beri Motivasi
Motivasi diperlukan oleh semua orang, siapapun ia dan apapun pekerjaannya, dalam kehidupan ini. Manusia mana yang tak memerlukan motivasi? Motivasi bagaikan siraman air dingin yang dapat menyegarkan, sekaligus mengingatkan kembali akan tujuan hidup seseorang, dan hal itu bisa saja menjadi tujuan karier yang dicita-citakan.
Sebagai atasan, Anda dituntut untuk tidak saja cakap memimpin, tapi juga mau belajar bagaimana cara menciptakan suatu motivasi positif bagi setiap bawahan di tempat kerja. Banyak jalan bila Anda ingin meningkatkan motivasi seseorang agar kinerjanya meningkat.
Anda dapat mengajak satu tim kerja mengikuti seminar bersama, disertai acara outbond atau tantangan alam. Tujuannya, tak lain untuk menciptakan motivasi kerja baru bagi setiap bawahan yang mungkin saja sudah jenuh dengan rutinitas kerja harian.
Selain itu, Anda akan mendapat manfaat lain, yakni mempererat hubungan kerja di dalam suatu tim. Sehingga, tak ada gosip atau pembicaraan negatif, Anda adalah atasan yang buruk. Jadikan semua tim respek terhadap Anda, bukan karena takut saat Anda marah. Tetapi lebih kepada rasa menghargai, karena Anda temasuk tipe atasan yang baik dan selalu memikirkan bawahannya.

 

-am-








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.