Trik Hadapi Bawahan Bandel (part 2)

4 06 2009

image from: pro.corbis.com

image from: pro.corbis.com

3. Bicarakan Baik-Baik
Bila salah satu staf Anda mulai membandel dan malas-malasan datang ke kantor, banyak izin, sering mangkir dari tugas, ini merupakan lampu kuning bagi Anda. Pekerja yang memiliki pola karakter demikian adalah pekerja yang tak respek kepada Anda sebagai atasan dengan baik.

Tipe ini adalah tipe pekerja yang menggampangkan. Bisa saja, sosok ini adalah teman baik atau tipe orang yang merasa sudah dekat dan menganggap Anda adalah tipe Read the rest of this entry »





Trik Hadapi Bawahan Bandel (part 1)

4 06 2009

Artikel untuk tabloid Nova edisi May 09 oleh Afra Mayriani – http://www.tabloidnova.com/Nova2/Karier/Konflik-Kantor/Trik-Hadapi-Bawahan-Bandel-1

 

image from: procorbis.com

image from: procorbis.com

Sebagai atasan, Anda dituntut tak saja profesional menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi kewajiban di kantor. Namun, Anda juga harus memiliki integritas jiwa seorang pemimpin yang baik dan handal dalam mengatur tim di divisi Anda.

Mengatur orang banyak tentunya berbeda dengan mengatur diri sendiri dan pekerjaan yang menumpuk. Setiap orang memiliki karakternya sendiri-sendiri. Semua tipe orang pun tak bisa 100 persen sesuai dengan keinginan dan kemauan Anda, bukan?

Tentunya, dalam perjalanan karier Anda dalam memimpin sebuah tim kerja di sebuah perusahaan, kemungkinan besar akan menjumpai tipe-tipe pekerja yang bermacam-macam karakternya. Ada yang kurang menyenangkan, atau bahkan membawa pengaruh negatif bagi perkembangan lingkungan kerja di divisi Anda. Nah, berikut ada sejumlah kiat untuk mengatasi bawahan yang membandel!

1. Pantau Terus Pekerjaannya
Bila Anda memiliki bawahan yang dapat dikatakan “hangat-hangat tahi ayam” alias bekerja tidak penuh secara profesional, melainkan sesuai dengan mood-nya saja. Maka, Anda harus mengambil langkah secara cermat, tanpa diketahui olehnya secara terang-terangan.
Bagaimana caranya? Pantaulah terus pekerjaan dan kinerjanya setiap minggu. Beri ia tugas-tugas yang sedikit lebih menantang dibanding biasanya. Mungkin saja, aksi “hangat-hangat tahi ayam” yang dimilikinya dikarenakan tugas-tugas yang diberikan tak lagi menantang buatnya.
Dengan memantau kinerjanya secara mingguan, dengan memberikan tugas-tugas yang lebih penting, Anda bisa sekaligus memancingnya untuk mengeluarkan segala kemampuan positifnya yang mungkin saja terpendam.

2. Beri Motivasi
Motivasi diperlukan oleh semua orang, siapapun ia dan apapun pekerjaannya, dalam kehidupan ini. Manusia mana yang tak memerlukan motivasi? Motivasi bagaikan siraman air dingin yang dapat menyegarkan, sekaligus mengingatkan kembali akan tujuan hidup seseorang, dan hal itu bisa saja menjadi tujuan karier yang dicita-citakan.
Sebagai atasan, Anda dituntut untuk tidak saja cakap memimpin, tapi juga mau belajar bagaimana cara menciptakan suatu motivasi positif bagi setiap bawahan di tempat kerja. Banyak jalan bila Anda ingin meningkatkan motivasi seseorang agar kinerjanya meningkat.
Anda dapat mengajak satu tim kerja mengikuti seminar bersama, disertai acara outbond atau tantangan alam. Tujuannya, tak lain untuk menciptakan motivasi kerja baru bagi setiap bawahan yang mungkin saja sudah jenuh dengan rutinitas kerja harian.
Selain itu, Anda akan mendapat manfaat lain, yakni mempererat hubungan kerja di dalam suatu tim. Sehingga, tak ada gosip atau pembicaraan negatif, Anda adalah atasan yang buruk. Jadikan semua tim respek terhadap Anda, bukan karena takut saat Anda marah. Tetapi lebih kepada rasa menghargai, karena Anda temasuk tipe atasan yang baik dan selalu memikirkan bawahannya.

 

-am-





Bila Terperangkap Bersama “Bad Boss”

2 02 2009

bad boss

bad boss

artikel tabloid nova Agustus 2008 oleh Afra Mayriani

 

Atasan yang baik tentu menjadi impian semua orang. Namun, apa jadinya jika Anda terjebak bersama seorang atasan yang sulit? Simak kiat berikut:

Semua manusia yang dilahirkan, tak bisa memilih siapa calon orangtuanya di muka bumi ini, demikian juga halnya dengan posisi sebagai karyawan. Sebagai seorang profesional di dunia kerja, Anda tak bisa memilih siapa atasan Anda kelak, di perusahaan tempat bekerja.

Dan, hal ini terjadi tak saja bagi karyawan di tingkat rendah saja, tapi juga pada Anda yang telah mencapai posisi yang cukup tinggi. Mengingat pepatah, “Diatas Langit Masih Ada Langit”, demikian juga para atasan. Diatas atasan, masih ada atasan “atasan” Anda.

Sebagai seorang profesional, ketika dihadapkan pada situasi dimana Anda mendapat seorang atasan yang sulit, kecenderungan untuk menyerah, kalah, mundur, atau terus-menerus dihantui perasaan tak menyenangkan, akan memberi pengaruh yang cukup mengganggu pada kinerja diri Anda, baik sebagai anggota dari komunitas besar perusahaan ataupun bagi perkembangan diri sendiri-baik secara mental maupun moril, disertai perasaan-perasaan negatif yang tak baik.

Nah bila Anda memiliki atasan yang sulit ditaklukkan, ikuti saja tips berikut! Read the rest of this entry »





Beres-beres Sebelum Cuti Lebaran

10 09 2008

www.tabloidnova.com – edisi Senin, 8 Sept 2008

Menjelang Lebaran, kantor pasti mengumumkan jadwal cuti bersama untuk waktu yang cukup panjang. Nah, agar pekerjaan Anda beres hingga masuk kantor kembali, ikuti tipsnya! Read the rest of this entry »





Rekan Kerja Dapat Promosi? Jangan Panas Dulu!

23 07 2008

Promosi jabatan yang diimpikan tak akan serta merta menghampiri jika Anda tak menampilkan performa kerja yang baik dan berprestasi, bukan?

 

 

 

Yuli merasa kesal karena rekan kerjanya baru saja mendapat promosi dari atasan, untuk menjabat posisi strategis tertentu di perusahaan tempatnya bekerja. Padahal, rekan kerjanya itu belum selama dirinya bekerja di perusahaan tadi. Akhirnya, Yuli jadi sering mengeluh dan bertanya-tanya, apa yang kurang dari dirnya. Nah, apakah Anda mengalami kondisi yang sama dengan Yuli?
 

 

Ya, bagaimana Anda tak merasa kesal bila rekan kerja lebih dulu mendapatkan promosi kenaikan jabatan dari atasan, padahal masa kerjanya lebih sebentar dibandingkan masa kerja Anda selama ini. Tak bisa dipungkiri, di dalam dunia kerja, pasti ada yang namanya persaingan antar sesama rekan kerja. Terutama, sesama rekan yang memang mulai merintis karier bersama-sama dari awal.
 

 

Lalu, apa yang akan Anda lakukan bila promosi tak kunjung datang menghampiri? Mungkin saja perasaan kesal, marah, kecewa, bahkan depresi akan menghantui pikiran Anda. Dan, hal-hal yang menganggu perasaan Anda tadi seringkali mendatangkan stress, yang tentu saja ujung-ujungnya akan merugikan diri Anda sendiri.
 

 

Nah, daripada Anda terus menerus merasa gusar, pusing, dan berlarit-larut meratapi nasib karena tak kunjung mendapatkan promosi dari pihak perusahaan, lebih baik simak beberapa tips berikut agar kehidupan karier Anda tetap menyenangkan dan membangkitkan semangat bekerja:
 

Read the rest of this entry »