Kutu Lontar

4 06 2008

Mungkin banyak pihak di kalangan pekerja profesional yang masih memandang sebelah mata pada para pekerja yang sering meloncat dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Nah, tipe pekerja sejenis ini sering disebut sebagai Kutu Loncat.

Namun, paradigma berfikir untuk menetap disatu perusahaan cukup lama dan menuggu jenjang karier yang menanjak sudah tidak jaman lagi. Benarkah demikian? Lalu apakah para kutu loncat ini dapat dipercaya oleh para pemimpin perusahaan? Bagaimana bila dilihat dari segi loyalitasnya?

Menurut saya, strategi meloncat saat ini telah ketinggalan jaman. Perlu strategi khusus yang matang merumuskan target-target dalam kehidupan karier seseorang. Oleh karena itu, strategi sukses menggapai puncak karier bisa dilakukan dengan mengubah cara-cara lama dengan cara-cara baru. Jangan sekedar hanya meloncat, karena dapat merugikan Anda sendiri. Namun, MELONTARLAH.

Simak berbagai kisah yang dituangkan dalam buku Kutu Lontar – Sukses Menggapai Puncak Karier dengan Menjadi Pekerja Kutu Lontar. Berisi tip dan motivasi bagaimana menyingkapi karier yang mandek dan menemukan kualitas diri yang masih terpendam dalam diri. Serta, menyingkapi fenomena permasalahan yang sering timbul di dunia kerja seperti persoalan antar atasan-bawahan, sesama tim, hubungan kerja, hingga mengakali diri agar tetap cinta pekerjaan & bertanggung jawab memberikan yang terbaik.

Terbit mulai hari ini 4 Juni 2008, dan beredar di toko-toko buku Gramedia seluruh Indonesia.

Judul Buku: Kutu Lontar – Sukses Menggapai Puncak Karier dengan Menjadi Pekerja Kutu Lontar

Penulis: Afra Mayriani

Editor: Edy Zaqeus

Desain: Marthin Marbun

Penerbit: Elexmedia Komputindo – Kelompok Kompas Gramedia

Ucapan terima kasih

1. Kepada Tuhan yang Maha Esa, yang menciptakan setiap manusia dengan keunikan dan kemampuannya masing-masing yang sangat luar biasa.

2. Kepada suami, orang tua dan para sahabat yang dengan sabar telah menjadi bagian dari proses perjalanan kehidupanku.

3. Kepada para pembaca blog-ku dan teman-teman di facebook dan milis2 yang dengan baik hati menerima, memberikan masukan bahkan bersedia menjadi guru dalam setiap jengkal tulisan yang saya torehkan.

Salam Sukses,

Afra